Meski dikenal sebagai salah satu pilot berpengalaman di daerahnya, Cepy memilih tidak mengambil peran sebagai ujung tombak kontingen pada Porprov mendatang. Ia justru memilih jalan di balik layar: mendampingi yuniornya sembari konsisten menambah jam terbang pribadi.
"Saya saat ini hanya ikut membersamai atlet paralayang Kabupaten Tasikmalaya. Sambil terus berlatih dan memperbanyak jam terbang," ujar Cepy di sela-sela kegiatan latihan.
Bagi Cepy, berada di lingkungan latihan bukan sekadar menjaga performa, melainkan bagian dari proses panjang meniti target yang lebih besar. Saat ini, fokus utamanya adalah mengejar rating yang lebih tinggi agar dapat mengantongi lisensi sebagai pilot tandem.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Selama ini, Kabupaten Tasikmalaya belum memiliki master tandem asli putra daerah. Setiap kali ada wisatawan yang ingin merasakan sensasi terbang di langit Pasirgowong, pengelola harus mendatangkan pilot tandem dari luar daerah, mulai dari Bandung, Majalengka, hingga kawasan Puncak, Bogor.
"Harapannya ke depan wisata tandem paralayang bisa kembali ramai di Pasirgowong. Kalau kita memiliki pilot tandem dari putra daerah, tentu akan menjadi salah satu pendukung untuk mengembangkan wisata paralayang di sini," ungkapnya penuh harap.
Kawasan Pasirgowong sejatinya menyimpan pesona yang komplet sebagai destinasi aerosport. Selain udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang memikat, sarana pendukung di lokasi tersebut terbilang representatif. Ketersediaan aula, fasilitas MCK, hingga musala dinilai Cepy sudah memadai untuk menyambut rombongan pengunjung dalam skala besar.
"Suasana alam di Pasirgowong ini sejuk. Fasilitas seperti aula, MCK, dan mushola juga sudah memadai untuk menampung ratusan pengunjung. Tinggal bagaimana wisata paralayang ini terus dikembangkan sehingga semakin banyak orang tertarik datang," jelas Cepy.
Integrasi antara wisata alam dan olahraga dirgantara diyakini mampu menjadi magnet baru bagi pariwisata daerah. Pengunjung tak hanya datang untuk menikmati pemandangan dari daratan, tetapi juga berkesempatan menguji adrenalin dengan terbang melayang menikmati keindahan Tasikmalaya dari ketinggian.
Lolos PL2, Satu-satunya di Kabupaten Tasikmalaya
Perjuangan Cepy mengasah kompetensi kini mulai membuahkan hasil. Ia baru saja dinyatakan lulus ujian dan berhasil mengantongi rating PL2 (Intermediate Pilot). Pencapaian ini menempatkan Cepy sebagai satu-satunya pilot paralayang di Kabupaten Tasikmalaya yang memegang lisensi tingkat menengah tersebut saat ini.
"Alhamdulillah, saya sudah lulus ujian untuk rating PL2 atau Intermediate Pilot. Saat ini di Kabupaten Tasikmalaya, saya satu-satunya pilot paralayang yang sudah menyandang rating PL2," tuturnya.
Meski telah menorehkan catatan penting dalam kariernya, Cepy memelihara sikap rendah hati. Lisensi PL2 baginya adalah batu pijakan untuk melangkah ke jenjang berikutnya, terutama mewujudkan impian menjadi pilot tandem yang siap memajukan potensi daerah sendiri.
Sore itu, di bawah langit Pasirgowong, Cepy terus mengamati parasut-parasut yang mendarat satu per satu. Dedikasinya mengawal para atlet muda sekaligus meretas jalan bagi kemajuan wisata olahraga dirgantara menjadi bukti nyata: cita-cita besar selalu dimulai dari konsistensi merawat mimpi di tanah kelahiran.
"Yang terpenting sekarang terus berlatih, memperbanyak jam terbang, dan mengejar rating. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak atlet dan pilot paralayang dari Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya."










