Sebanyak 755 pesilat pelajar yang berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) bersaing sengit menunjukkan teknik terbaiknya di arena pertandingan.
Ajang ini tak sekadar menjadi wadah perburuan gelar juara, melainkan wahana penting untuk menguji hasil latihan rutin, menggembleng rasa percaya diri, serta memupuk jiwa sportivitas para pelajar dalam berkompetisi.
Antusiasme tinggi dari ratusan peserta menegaskan vitalnya kejuaraan ini sebagai pilar pembinaan usia dini. Melalui ajang ini, potensi dan talenta atlet-atlet muda berbakat dapat teridentifikasi sejak awal untuk diproyeksikan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.
Ketua Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya, Gun Gun Anantaguna, menegaskan bahwa kejuaraan tingkat pelajar memegang peranan krusial dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga memiliki fondasi karakter yang kokoh.
Menurutnya, olahraga seni bela diri tradisional pencak silat tidak sebatas mengajarkan teknik bertarung, melainkan menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan kontrol diri.
"Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga bagaimana para pesilat belajar menghargai lawan, menjaga sportivitas, dan menunjukkan hasil latihan mereka. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan," ujar Gun Gun di sela-sela pembukaan pertandingan di GOR Sukapura, Rabu (14/10/2026).
Lebih jauh, kejuaraan ini diposisikan sebagai ruang bagi para pesilat muda untuk menempa mental bertanding. Menang maupun kalah dipandang sebagai dinamika alami dari proses belajar, sementara pengalaman, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah menjadi modal utama pengembangan diri mereka di masa depan.
Sinergi berkelanjutan dari pihak sekolah, para pelatih, orang tua, hingga organisasi pencak silat menjadi kunci keberlanjutan pembinaan ini. Dengan pola latihan yang konsisten, para atlet muda Kota Tasikmalaya diharapkan mampu menembus level daerah hingga melangkah ke kejuaraan nasional maupun internasional.
Melalui Kejuaraan Silat Perisai Diri Antar Pelajar 2026 ini, semangat berprestasi dan rasa bangga terhadap kelestarian seni bela diri tradisional Indonesia diharapkan menancap semakin kuat pada diri generasi muda Kota Resik.










