KABARTASELA.ID, BANTARKALONG ā Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya resmi merilis rincian ciri-ciri fisik seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berusia 16 tahun yang dilaporkan hilang secara misterius di kawasan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya. Korban diketahui tidak kunjung kembali ke kamar indekosnya setelah berpamitan membeli makan malam.
Laporan resmi terkait hilangnya remaja tersebut diterima pihak kepolisian pada Minggu (11/10/2026) kemarin. Pihak keluarga korban akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur kepolisian setelah upaya pencarian mandiri selama hampir sepekan tidak membuahkan hasil sama sekali.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memproses aduan orang hilang yang diajukan langsung oleh ibunda korban.
"Benar kami mendapat laporan dari ibu korban yang menyatakan anaknya sudah hilang enam hari," kata Heru.
Rincian Ciri-ciri Fisik Siswi yang Hilang
Guna memaksimalkan penyelidikan serta memudahkan masyarakat membantu pencarian di lapangan, kepolisian mengumumkan ciri-ciri fisik siswi kelas 10 SMK tersebut secara terperinci.
Berdasarkan data resmi kepolisian, berikut ini ciri-ciri korban yang perlu diketahui publik:
- Tinggi badan: Kurang lebih 150 sentimeter.
- Bentuk fisik: Memiliki warna kulit putih dan bermata sipit.
- Karakteristik rambut: Berwarna hitam dengan tekstur keriting.
- Alas kaki terakhir: Mengenakan sandal model slop berwarna hitam.
Sementara itu, pakaian terakhir yang dikenakan korban saat meninggalkan lokasi belum dapat dipastikan secara mendetail. Hal tersebut dikarenakan siswi tersebut tinggal sendirian di kamar indekosnya tanpa ada saksi mata yang melihat langsung busana terakhirnya.
Kronologi Menghilang dari Kamar Indekos
Berdasarkan penelusuran pihak kepolisian, siswi tersebut selama ini tinggal di sebuah rumah indekos di wilayah Simpang, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Sebelum peristiwa hilangnya korban terjadi, pihak keluarga menyatakan tidak ada konflik internal maupun tanda-tanda kecurigaan apa pun.
"Laporan orang hilang itu dibuat oleh ibunya. Ya dia kosan selama ini," kata Heru.
Korban diketahui menghilang sejak Jumat malam, 2 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban pamit keluar kamar kos untuk membeli makanan di warung nasi sekitar, namun tidak pernah kembali lagi dan komunikasi langsung terputus.
"Pada hari Jumat tanggal 02 Oktober 2026 sekira jam 20.00 malam. Diduga pergi meninggalkan kosan tanpa memberitahukan kepada orang tua," tambah Heru.
Polisi Kerahkan Personel dan Imbau Masyarakat
Keluarga yang panik sempat menelusuri berbagai lokasi secara mandiri selama enam hari berturut-turut. Karena tidak menemukan petunjuk, keluarga akhirnya melapor ke Polsek Bantarkalong dan berkoordinasi langsung dengan jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya.
"Lapor di Polsek Bantarkalong dan kita koordinasi. Anggota kami langsung turun tangan untuk mencari korban," kata Heru.
Kepolisian mengimbau masyarakat luas, khususnya di wilayah Tasikmalaya dan Priangan Timur, agar segera berkoordinasi dengan aparat berwenang apabila melihat atau memiliki petunjuk mengenai orang dengan ciri-ciri tersebut.
"Bagi warga yang melihat atau mengetahui keberadaan korban bisa menghubungi Polsek Bantarkalong atau Polres Tasikmalaya," pungkas Heru.










