29°C
šŸ•Œ Dzuhur11:56

Kiprah Tradisi Nelayan Cipatujah: Ribuan Warga Padati Upacara Adat Hajat Laut di Pesisir Tasela

Ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki laut sekaligus ikhtiar melestarikan warisan budaya Priangan Timur.

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Rabu, 19 Agustus 2026 • 00:17 WIB
2.194x dibaca•2 min baca
Estimasi baca: 3 menit
Arak-arakan dan tarian pada tradisi Hajat Laut di Pantai Cipatujah.
Arak-arakan dan tarian pada tradisi Hajat Laut di Pantai Cipatujah.
Single Article - Top Banner

KABAR TASELA, Cipatujah — Suara gemuruh tabuhan kendang pencak berpadu riuh sorak sorai ribuan warga yang memadati kawasan pesisir Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya Selatan. Pesta rakyat dan upacara adat tahunan Hajat Laut (Ruat Laut) kembali digelar secara meriah sebagai wujud ikhtiar budaya dan bentuk rasa syukur mendalam masyarakat nelayan atas melimpahnya hasil tangkapan laut.

Tradisi turun-temurun ini menjadi simbol penghormatan serta permohonan doa keselamatan bagi para pelaut yang saban hari mempertaruhkan nyawa mengarungi ganasnya gelombang Samudra Hindia. Sejak pagi hari, pesisir pantai sudah dipenuhi oleh warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah yang antusias menyaksikan setiap prosesi ritual adat.

"Hajat Laut bukan sekadar pesta adat tahunan, melainkan momentum penting bagi kami para nelayan untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kami berharap laut Cipatujah terus membawa keberkahan, melimpahkan rezeki ikan, dan senantiasa menjaga keselamatan para pelaut saat mencari nafkah," ujar salah satu tokoh nelayan Cipatujah di lokasi acara.

Prosesi Sakral dan Kirab Budaya Pesisir

Rangkaian upacara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama dan sesepuh adat setempat. Suasana khidmat terasa saat tumpeng dan miniature perahu (jontor) berisi aneka hasil bumi serta sesaji diarak menuju bibir pantai. Puluhan perahu nelayan yang telah dihiasi ornamen berwarna-warni bersiap mengawal prosesi pelarungan ke tengah laut lepas.

Iklan

Selain ritual sakral larung saji, kemeriahan Hajat Laut Cipatujah juga diwarnai dengan atraksi seni tradisional khas Sunda, seperti pertunjukan pencak silat, tari-tarian daerah, hingga panggung hiburan rakyat. Kehadiran ratusan pedagang UMKM kuliner dan suvenir di sepanjang pantai turut menggerakkan roda perekonomian warga sekitar selama acara berlangsung.

Potensi Wisata Budaya Skala Nasional

Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat setempat berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian budaya ini. Hajat Laut Cipatujah diproyeksikan tidak hanya menjadi Ritus Adat lokal, namun juga sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan domestik hingga mancanegara ke wilayah Tasikmalaya Selatan.

  • Ritual Utama: Doa bersama, parade perahu hias, pertunjukan seni pencak silat, dan larung saji ke Samudra Hindia.
  • Dampak Ekonomi: Lonjakan kunjungan wisatawan serta peningkatan omzet bagi puluhan pelaku UMKM kawasan pesisir.
  • Harapan Warga: Penguatan infrastruktur wisata pantai dan perhatian lebih pada kesejahteraan nelayan lokal.

Dengan sukses dan meriahnya penyelenggaraan tahun ini, Tradisi Hajat Laut Pantai Cipatujah membuktikan bahwa kekayaan adat istiadat Priangan Timur tetap lestari dan mampu berjalan harmonis di tengah arus modernisasi.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan independen yang siap menyuarakan aspirasi masyarakat, membidik fakta di lapangan secara objektif, dan mengabarkan peristiwa aktual dari sudut pandang yang jernih dan berintegritas."
4 Artikel DiterbitkanBergabung 2 hari lalu

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...