29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Krisis Karhutla Palangka Raya Memburuk, Kasus ISPA Melonjak dan Rumah Oksigen Jadi Tumpuan

Lebih dari dua bulan diselimuti kabut asap pekat, warga berjuang menghadapi lonjakan gangguan pernapasan dan krisis air bersih.

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Kamis, 15 Oktober 2026 • 11:55 WIB•193x dibaca
Kabut asap tebal menyelimuti kawasan permukiman di Palangka Raya.
Kabut asap tebal menyelimuti kawasan permukiman di Palangka Raya.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Palangka Raya — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus memicu krisis kesehatan dan lingkungan setelah berlangsung lebih dari dua bulan tanpa jeda. Kepulan kabut asap tebal dari lahan gambut yang terbakar membuat langit membiru lenyap, sementara kualitas udara berada pada level membahayakan bagi keselamatan warga.

Situasi pelik ini berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat yang terus dihantui ancaman polusi udara. Salah seorang warga Palangka Raya, Winney Amiani, menuturkan bahwa kondisi di wilayahnya saat ini sudah berada pada taraf yang sangat mengkhawatirkan.

"Kalau berbicara tentang kondisi Palangka Raya hari ini, jujur situasinya sangat memprihatinkan,"

Ancaman kabut asap terbukti memicu ledakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Data Kementerian Kesehatan hingga 12 Oktober 2026 mencatat 277.075 kasus ISPA tersebar di tujuh provinsi terdampak karhutla, dengan 62.400 kasus di antaranya menyerang kelompok rentan anak usia balita. Di Kalimantan Tengah sendiri, penderita gangguan pernapasan dilaporkan telah menembus angka puluhan ribu jiwa hingga mengakibatkan ruang-ruang perawatan rumah sakit dipadati pasien.

Iklan

Sebagai langkah penanganan darurat di tengah padatnya fasilitas medis, posko rumah oksigen kini disiagakan di berbagai penjuru. Layanan yang diinisiasi pemerintah daerah bersama sukarelawan ini tersebar di puskesmas, klinik, kantor kelurahan, hingga markas Palang Merah Indonesia (PMI) guna memberikan terapi oksigen dan nebulisasi gratis.

"Ada beberapa rumah oksigen yang memang difasilitasi penyejuk udara seperti AC yang air purifier, tapi tidak semua karena fokus rumah oksigen itu sendiri menyediakan oksigen, nebulisasi, maupun pelayanan kesehatan awal bagi masyarakat yang terdampak,"

Beban warga kian bertambah seiring munculnya dampak ikutan seperti kelangkaan air bersih akibat kekeringan, gangguan pasokan listrik, dan hambatan komunikasi. Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, ketersediaan udara bebas polusi tetap menjadi harapan paling mendasar bagi masyarakat.

"Menurut saya kak, kebutuhan paling mendesak masyarakat saat ini tentu saja adalah udara bersih. Pembagian masker tentu sangat membantu sebagai salah satu upaya perlindungan untuk mengurangi paparan asap, meskipun tidak bisa sepenuhnya melindungi kita dari dampak polusi udara,"

Kini, masyarakat Palangka Raya hanya menaruh asa agar titik-titik api di lahan gambut segera padam seutuhnya, sehingga mereka dapat kembali menghirup udara segar dan menjalani rutinitas harian dengan normal.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...