KABARTASELA.ID, JAKARTA — Kepastian hukum dan iklim persaingan usaha yang sehat dinilai memegang peranan krusial dalam mengakselerasi laju perekonomian nasional. Tanpa regulasi yang dapat diprediksi, pelaku usaha akan menghadapi hambatan besar saat menyusun langkah strategis maupun menanamkan modal.
Board of Advisors Prasasti, Burhanuddin Abdullah, menegaskan bahwa denyut ekonomi Tanah Air sangat dipengaruhi oleh kalkulasi bisnis harian yang dibuat para pelaku usaha, wirausahawan, dan pekerja di lapangan, bukan semata-mata bergantung pada kebijakan pemerintah di atas kertas.
"Keputusan-keputusan ini membutuhkan aturan yang jelas, regulasi yang dapat diprediksi, persaingan yang adil, dan institusi yang kuat,"
Penegasan tersebut disampaikan Burhanuddin saat menjadi pembicara dalam perhelatan Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Ia memaparkan bahwa pemerintah memang berperan menetapkan arah pembangunan, namun keberadaan institusi yang kokoh menjadi syarat mutlak untuk mengeksekusi target tersebut menjadi capaian nyata.
Di Indonesia, tercatat ada sekitar 26,4 juta perusahaan yang menjadi tulang punggung kegiatan ekonomi. Gabungan sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbukti mendominasi nilai tambah perekonomian hingga 95 persen, dengan porsi terbesar berasal dari entitas swasta.
"Kita memiliki 26,4 juta perusahaan. Bersama-sama, perusahaan swasta, BUMN menghasilkan 95% nilai tambah sementara 90% di antaranya berasal dari sektor swasta sendiri,"
Lebih lanjut, ia menyoroti arah kebijakan industri nasional yang harus mampu memperkuat kapasitas usaha, memicu lahirnya inovasi, sekaligus menjamin arena kompetisi berlangsung adil. Menurut Burhanuddin, fokus pemangku kepentingan seharusnya tidak hanya berkutat pada upaya menjaring investasi anyar ke Tanah Air.
Perusahaan yang sudah berjalan pun memerlukan dukungan berkesinambungan agar dapat memperbesar skala usaha, mendongkrak produktivitas, serta memperluas jangkauan ke pasar yang lebih luas.
"Tantangannya bukan sekadar menarik investasi. Perusahaan harus dibantu untuk mengembangkan bisnisnya, mengembangkan talenta mereka, serta memperkuat rantai pasok domestik agar memperluas jangkauan pasar,"










