29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Mantan Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Aniaya 20 Siswa karena Masalah Seragam

Dinsos P3APKB Kota Malang turun tangan melakukan asesmen terhadap para korban yang mengalami kekerasan fisik

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Sabtu, 3 Oktober 2026 • 06:01 WIB•212x dibaca
Ilustrasi pemeriksaan kelengkapan seragam di depan gerbang sekolah.
Ilustrasi pemeriksaan kelengkapan seragam di depan gerbang sekolah.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Kota Malang — Kasus dugaan kekerasan di lingkungan pendidikan kembali mencuat di Kota Malang. Mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 18 Malang berinisial MAH dilaporkan ke pihak berwenang atas dugaan tindakan kekerasan terhadap puluhan siswanya. Berdasarkan hasil penelusuran, tercatat sedikitnya 20 siswa menjadi korban tindakan kekerasan fisik berupa pemukulan hingga penamparan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APKB) Kota Malang, Sailendra, mengonfirmasi jumlah korban yang telah mendapatkan pendampingan khusus dari pihaknya sejak akhir bulan lalu.

"Total korban SMP 18 Malang berdasarkan dampingan pada Senin 28 September 2026, ada 20 orang,"

Data tersebut dihimpun secara komprehensif setelah Dinsos P3APKB Kota Malang melakukan asesmen mendalam terhadap para siswa serta orang tua murid dengan berkoordinasi bersama pihak sekolah. Dari total 20 korban yang teridentifikasi, mayoritas merupakan siswa laki-laki. Secara rinci, terdapat 19 siswa laki-laki dan satu siswi perempuan yang diduga mengalami kekerasan fisik tersebut.

Iklan

Kepala UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinsos P3APKB Kota Malang, Fulan Diana Kusumawati, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendalami keterangan dari para korban dan orang tua murid secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi dan dampak fisik maupun psikis yang dialami korban.

"Yang kami terima itu ditampar sama pemukulan. Semuanya kekerasan fisik,"

Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan oleh UPT PPA, insiden dugaan kekerasan ini terjadi pada Kamis pagi, 24 September 2026. Peristiwa tersebut bermula saat pihak sekolah menyelenggarakan agenda rutin salam sapa di area gerbang sebelum para siswa memasuki ruang kelas. Pada momen itu, jajaran guru berbaris menyambut kedatangan siswa sekaligus melakukan penertiban dan pemeriksaan pakaian.

Dugaan kekerasan fisik mulai terjadi ketika mantan kepala sekolah tersebut mendapati sejumlah siswa yang tidak mengenakan pakaian batik lurik sesuai dengan peraturan seragam hari itu. Reaksi yang berujung pada kekerasan fisik ini kini tengah dalam penanganan serius pihak-pihak terkait.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...