KABARTASELA.ID, PANGANDARAN — Di sudut tenggara Jawa Barat yang tenang, pertemuan air tawar Sungai Citanduy dan deburan ombak Samudra Hindia melahirkan simfoni alam yang magis. Adalah Palatar Agung, hamparan pesisir muara di Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, yang berdiri anggun berhadapan langsung dengan siluet kokoh Pulau Nusakambangan. Langit temaram dan riak air payau di sini bukan sekadar pemandangan memikat, melainkan surga tersembunyi bagi para pemburu keheningan dan pencinta joran pancing.
Kawasan ini menyimpan atmosfer penjelajahan yang autentik. Menariknya, pengunjung yang hendak melempar umpan ke tengah perairan dilarang menakhodai perahu secara mandiri. Ada kearifan lokal tak tertulis yang dijaga teguh: setiap pelancong wajib diantar dan didampingi oleh nelayan setempat. Tradisi turun-temurun ini bukan hanya menjaga keselamatan di perairan muara yang menantang, tetapi juga mengalirkan denyut nadi ekonomi yang berharga bagi warga pesisir.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pamotan, Tigor, menuturkan bahwa mendampingi wisatawan kini menjadi sandaran rezeki alternatif para nelayan selain melaut lepas mencari ikan.
"Di sini sudah sejak lama menjadi wisata pancing, karena sudah sejak lama spot menarik mencari ikan-ikan besar," ucap Tigor, Selasa (13/10/2026).
Daya tarik Palatar Agung kian berwarna karena para pemancing datang dengan berbagai tujuan. Sebagian membawa pulang hasil tangkapan monster air, sementara yang lain mengusung konsep ramah lingkungan ala mancing mania.
"Wisatawannya beda-beda karena mungkin hobi ada pemancing yang dapat ikan besar dilepas kembali, seperti di mancing mania. Spotnya bagus dekat Nusakambangan, bisa melihat deretan pantai Pangandaran hingga aman untuk pemancing pemula," kata Tigor.
Tak hanya memancing, sensasi membakar ikan segar langsung di atas perahu sembari mengarungi birunya perairan menjadi pelengkap perjalanan yang menggugah selera. Di balik keindahan tersebut, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama nelayan setempat.
"Memang tingkat keamanan berisiko, saya selalu ingatkan agar nelayan siapkan jaket pelampung bagaimana pun kondisi laut sulit diprediksi. Alhamdulillah sampai hari ini selalu selamat," pungkasnya.
Informasi Praktis & Panduan Berkunjung:
- Lokasi: Muara Sungai Citanduy, Palatar Agung, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
- Aksesibilitas: Kerap diakses pelancong lokal hingga pemancing asal Cilacap, Jawa Tengah, dengan melintasi kawasan darat Pamotan sebelum menyeberang.
- Tarif Sewa Perahu: Berkisar antara Rp150.000 hingga Rp500.000 per perahu, dan mencapai Rp1.000.000 untuk rute penjelajahan keliling pantai Palatar Agung (tergantung durasi dan jarak tempuh).
- Aktivitas Wisata: Memancing ikan muara berukuran besar, atraksi tangkap-lepas (catch and release), hingga membakar hasil pancingan di atas perahu.
- Tips Keselamatan: Wisatawan wajib didampingi nelayan lokal, mematuhi arahan rute arus, dan selalu mengenakan jaket pelampung selama berada di atas perahu.










