29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menelusuri Lorong Waktu Kota Kembang: Menyingkap Jiwa dan Bisik Nada Skena Musik Bandung

Dari Gemuruh Saparua hingga Sudut Ujungberung, Menyusuri Jejak Legendaris Kota para Musisi

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Rabu, 30 September 2026 • 11:57 WIB•124x dibaca
Sudut bersejarah GOR Saparua Bandung yang menyimpan memori musik underground.
Sudut bersejarah GOR Saparua Bandung yang menyimpan memori musik underground.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, Bandung — Menyusuri sudut-sudut Kota Kembang selalu menyisakan kehangatan yang tak biasa. Di balik hembusan angin sejuknya, Bandung menyimpan riwayat panjang tentang dentum bass, distorsi gitar, dan keberanian anak-anak muda merajut mimpi. Kota ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan panggung raksasa bagi sejarah musik independen dan underground Tanah Air.

Jejak kebebasan bermusik mulai mengakar kuat sejak era 1990-an. Semangat gerilya Do It Yourself (DIY) bergelora ketika PAS Band mencetak sejarah lewat album mini Four Through The S.A.P. pada 1993 yang terjual hingga ribuan kopi secara mandiri. Gelombang ini lalu menjalar kian meluas, melahirkan kelompok legendaris seperti Pure Saturday, Puppen, hingga Mocca yang memikat ruang dengar publik nasional.

Menjelajah ke arah timur, kawasan Ujungberung berdiri tegak sebagai benteng musik ekstrem. Lewat wadah Ujungberung Rebels, para pegiat musik metal tidak hanya memetik dawai gitar, tetapi juga menerbitkan Revograms Zine pada Maret 1995 hingga menggelar hajatan legendaris Bandung Berisik di Lapangan Kalimas. Dari tanah inilah nama-nama besar seperti Burgerkill, Jasad, dan Forgotten melesat hingga menghentak panggung dunia.

Iklan

Tak jauh dari pusat kota, GOR Saparua yang dibangun pada 1961 untuk PON V bertransformasi menjadi ruang keramat tempat bertemunya ragam komunitas. Mulai dari panggung Harry Roesli pada era 1970-an hingga riak distorsi punk dan metal pada era 1990-an, Saparua menyaksikan benih-benih bakat merekah. Perjalanan tersebut kian lengkap dengan ruang temu kreatif seperti Taman Radio di Dipati Ukur dan toko kaset Aquarius Dago.

Napas regenerasi itu terus berembus hangat. Pada September 2026, ajang Timeless Project di Laswi Heritage mempertemukan kembali musisi lintas generasi. Semangat ini pula yang memicu apresiasi resmi dari pemerintah kota. Saat mengukuhkan kepengurusan HAPMI Kota Bandung di Pendopo Kota Bandung pada Rabu (23/9/2026), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan identitas abadi kota ini.

"Kota Bandung adalah City of Musicians."

Panduan Menyusuri Jejak Sejarah Musik Bandung:

  • GOR dan Taman Saparua: Terletak di Jalan Saparua, gelanggang bersejarah saksi lahirnya legenda rock, punk, metal, dan indie Bandung.
  • Kawasan Ujungberung: Wilayah timur Bandung yang menjadi pusat lahirnya komunitas metal Ujungberung Rebels dan perhelatan awal Bandung Berisik di Lapangan Kalimas.
  • Taman Radio Dipati Ukur: Area kumpul ikonik tempat bertukarnya referensi musik dan tumbuhnya ruang pertemanan musisi indie era 1990-an.
  • Laswi Heritage Bandung: Ruang ekspresi budaya dan pertunjukan musik lintas generasi seperti gelaran Timeless Project.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
39 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...