29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menembus Kabut Malam Bandung: Menjelajahi Kehangatan 5 Kuliner Legendaris Penakluk Dingin

Sajian legendaris penyelamat perut keroncongan yang setia menemani hingga fajar menyingsing di sudut Kota Kembang.

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Senin, 5 Oktober 2026 • 18:15 WIB•321x dibaca
Kuliner malam legendaris Bandung penghangat dinginnya malam.
Kuliner malam legendaris Bandung penghangat dinginnya malam.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, BANDUNG — Ketika selimut kabut mulai turun memeluk Kota Kembang dan angin malam berembus menusuk tulang, sudut-sudut jalanan Bandung tidak lantas terlelap. Di balik kegelapan dini hari, aroma panggangan tradisional dan kepulan asap kaldu hangat justru menjadi penanda kehidupan baru dimulai. Berburu kuliner larut malam di kota ini bukan sekadar urusan mengisi perut yang keroncongan, melainkan sebuah ritual merayakan kehangatan di tengah dinginnya malam bersama para sahabat.

Langkah kaki pertama membawa kita ke kawasan Jalan Stasiun Timur, tempat aroma khas arang membubung ke udara. Di sinilah gerobak sederhana Perkedel Bondon yang legendaris sejak tahun 1980-an setia menanti. Dimasak secara tradisional di atas bara api, setiap gigitan perkedel kentang ini menawarkan harmoni tekstur yang sempurna: renyah keemasan di luar, namun begitu lembut dan gurih di bagian dalam.

Bergeser sedikit ke arah timur, kehangatan lain tersaji dalam mangkuk Bubur Ayam Bejo yang legendaris sejak 1978. Tanpa siraman kuah kuning, bubur kental yang gurih ini disajikan melimpah dengan suwiran ayam, cakwe, dan sate ati ampela yang siap memulihkan energi Anda di kala subuh menjelang.

Iklan

Bagi pencinta rasa manis, kepulan asap wangi dari adonan yang dipanggang di kedai Kue Balok Kang Didin di kawasan Cicendo dijamin akan memikat indra penciuman. Menikmati kue berbentuk kotak yang lumer di dalam ini paling pas disandingkan dengan secangkir kopi jahe merah hangat saat langit malam sedang dingin-dinginnya.

Jika malam Anda membutuhkan asupan yang lebih mantap, Nasi Kuning Pungkur 216 menyajikan petualangan rasa prasmanan bergaya kaki lima yang autentik sejak 1993. Sebagai penutup penjelajahan, tusukan Sate Asin Pedas di sekitar Pasar Andir dengan lumuran bumbu cabai yang membakar lidah siap melipatgandakan suhu tubuh Anda sebelum fajar menyingsing.

Panduan Praktis Penjelajahan Kuliner Malam Bandung:

  • Perkedel Bondon: Berlokasi di Jl. Stasiun Timur No. 26, Kebon Jeruk, Kec. Andir. Jam operasional mulai pukul 22.30 hingga 02.00 WIB. Keunikan: dimasak menggunakan arang tradisional.
  • Bubur Ayam Bejo: Berlokasi di Jl. Ahmad Yani No. 221-223, Kebon Pisang, Kec. Sumur Bandung. Jam operasional 24 jam nonstop (tutup hari libur nasional). Harga berkisar Rp15.000 - Rp25.000 per porsi.
  • Kue Balok Kang Didin: Berlokasi di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 52, Cicendo. Jam operasional 24 jam. Menyediakan kue balok aneka rasa dan aneka minuman hangat seperti kopi jahe merah.
  • Nasi Kuning Pungkur 216: Berlokasi di Jl. Pungkur No. 216, Ciateul, Kec. Regol. Jam operasional mulai pukul 19.30 hingga 03.00 WIB (nasi kuning siap disajikan mulai pukul 21.00 WIB).
  • Sate Asin Pedas: Berlokasi di kawasan Jl. Jenderal Sudirman (dekat Pasar Andir). Mulai ramai setelah pukul 21.00 WIB hingga dini hari dengan kisaran harga Rp20.000 - Rp35.000 per porsi.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
39 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...