KABARTASELA.ID, Jakarta — Skuad Garuda kini berada di bawah kendali arsitek baru asal Inggris, John Herdman, yang mengusung misi besar di panggung Asia Tenggara. Menatap gelaran Piala AFF 2026, Timnas Indonesia dihadapkan pada tantangan berat untuk meningkatkan status dari spesialis runner-up menjadi penguasa absolut Asia Tenggara. Berada di Grup A bersama Kamboja, Timor Leste, Singapura, dan sang juara bertahan Vietnam, langkah Indonesia dipastikan tidak akan mudah.
Persiapan matang pun langsung digenjot lewat pemusatan latihan di Bali sejak awal Juli 2026. Herdman menegaskan bahwa meski fokus utamanya adalah panggung dunia, ajang regional ini tetap menjadi batu loncatan yang sangat krusial untuk mematangkan taktik dan kekompakan anak asuhnya.
"Target kami adalah lolos ke Piala Dunia. Target berikutnya adalah benar-benar mampu bersaing di level AFC. Karena itu, Piala AFF memberikan kesempatan bagi kami untuk berkembang bersama,"
Sebagai salah satu dari tujuh pelatih debutan di turnamen edisi kali ini, Herdman langsung disuguhi peta persaingan yang sengit. Musuh bebuyutan seperti Vietnam di bawah asuhan Kim Sang-sik diprediksi menjadi batu sandungan terbesar di fase grup. Tim berjuluk Golden Star Warriors tersebut tidak hanya datang dengan status juara bertahan, melainkan juga diperkuat amunisi naturalisasi baru asal Brasil serta striker tajam Nguyen Xuan Son.
Menanggapi kekuatan rival yang kian berlipat ganda, Herdman mengaku sangat antusias menyambut ujian berat tersebut demi menguji mental juara anak asuhnya di lapangan hijau.
"Saya antusias. Saya rasa Vietnam baru saja menaturalisasi tiga pemain asal Brasil sehingga mereka akan menjadi lawan yang sangat tangguh. Saya juga melihat mereka memenangkan empat pertandingan uji coba sebelum turnamen ini. Jadi, kami memang perlu diuji. Itulah tujuan kami berada di sini,"
Selain Vietnam, ancaman juga datang dari kekuatan baru Kamboja yang diperkuat empat legiun naturalisasi tangguh, yakni Yudai Ogawa, Alisher Mirzaev, Abdel Kader Coulibaly, dan Iago Bento. Kini, pembuktian sesungguhnya ada di tangan Herdman. Dengan bekal performa apik di kualifikasi Piala Dunia, Indonesia dituntut mampu mengonversi ekspektasi tinggi menjadi trofi juara yang sesungguhnya, sekaligus menghapus kutukan enam kali runner-up di ajang bergengsi ini.










