KABARTASELA.ID, Bandung — Suasana hangat di kawasan padat penduduk Parakan Saat, Kecamatan Antapani, Kota Bandung, mendadak berubah tegang pada Jumat (2/10) lalu. Langkah-langkah tegap dari tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memecah keheningan gang-gang sempit, mengarah langsung ke sebuah rumah kontrakan yang terletak di lantai dua. Penggeledahan ini menjadi akhir dari sebuah tanya yang selama ini tersimpan rapat di benak warga sekitar mengenai sosok penghuni misterius di lingkungan mereka.
Operasi senyap ini merupakan kelanjutan dari penangkapan seorang pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan terorisme. Dari kamar sewaan di lantai atas tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting. Beberapa benda elektronik seperti diska lepas (flashdisk), kartu seluler, hingga telepon genggam milik terduga pelaku disita untuk menyelidiki lebih dalam jejak aktivitasnya.
Bagi warga sekitar, kehadiran keluarga kecil ini memang selalu diselimuti kabut misteri. Ketua RT setempat, Agus, menceritakan bahwa terduga pelaku tinggal bersama sang istri dan dua buah hati mereka yang masih di bawah umur—si sulung yang baru menduduki bangku kelas 1 SD, serta si bungsu yang berumur tiga tahun. Meski hidup berdampingan, mereka memilih menutup diri rapat-rapat dari dunia luar.
Agus menuturkan bahwa pasangan ini bukanlah warga asli Parakan Saat. Mereka diketahui berasal dari daerah Isola dan tidak pernah mendaftarkan diri secara administratif sejak pertama kali menempati kontrakan tersebut. Keberadaan mereka seolah tidak terdeteksi oleh sistem lingkungan.
"Gak tahu, tapi katanya kurir, tapi gak ada yang tahu, tapi dia bawa motor, pakai motor Beat"
ujar Agus saat menggambarkan ketidaktahuan warga mengenai pekerjaan sehari-hari sang pria, yang hanya sering terlihat berlalu-lalang mengendarai sepeda motor matic-nya.
Ketertutupan ini juga tampak jelas dari sikap sang istri. Alih-alih berbaur dalam obrolan hangat khas pemukiman padat, ia memilih melintas dalam keheningan tanpa pernah menyapa para tetangga sekitar.
"Suka ada yang lewat (tidak bertegur sapa)"
tambah Agus dengan nada masygul.
Kini, setelah ketukan keras Densus 88 membuka pintu kontrakan itu, misteri yang menyelimuti keluarga asing dari Isola tersebut perlahan mulai terkuak, meninggalkan ruang perenungan bagi warga Parakan Saat tentang pentingnya saling mengenal di tengah kehidupan bertetangga.
Informasi Kejadian:
- Lokasi Kejadian: Kawasan permukiman padat Parakan Saat, Kecamatan Antapani, Kota Bandung.
- Waktu Penggeledahan: Jumat, 2 Oktober 2026.
- Barang Bukti Disita: Diska lepas (flashdisk), kartu seluler, dan telepon genggam.
- Status Administratif: Belum pernah melapor ke pengurus RT setempat sejak pertama kali datang.










