KABARTASELA.ID, SEMARANG — Bayangkan sebuah tempat di mana hukum alam seolah berjalan terbalik. Di kala musim hujan membasahi bumi, aliran sungainya justru mengering total tanpa menyisakan setetes air pun. Namun, ketika musim kemarau panjang datang menerpa dan membuat tanah-tanah di sekitarnya retak gersang, tempat ini justru memancarkan air yang melimpah ruah, jernih, dan menyegarkan. Selamat datang di Kali Odo, sebuah surga tersembunyi yang terletak di Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.
Keunikan Kali Odo bukan sekadar cerita isapan jempol belaka. Alirannya yang melawan siklus alam ini menjadi berkah penyelamat bagi warga setempat yang kerap kesulitan air bersih saat kemarau.
Menurut pengurus wisata Kali Odo, Agung Sulistiono, keajaiban ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang mereka.
"Dari buyut-buyut, sepuh-sepuh, memang dari dulu kita disuruh ngambil air itu ya pas musim kemarau aja, karena kita kan kesusahan air di bulan kemarau"
Warga setempat memercayai adanya tujuh mata air (tuk) spiritual yang menghidupi Kali Odo. Uniknya, aliran air ini akan langsung lenyap seketika begitu hujan deras yang disertai petir pertama kali menyapa kawasan tersebut.
"Kalau sumbernya orang dulu billing tujuh tuk (mata air) yang bisa ngeluarin air. Kalau bulan penghujan airnya mati, keluarnya di bulan kemarau aja. Begitu ada hujan petir, besoknya kita ke sini langsung hilang (airnya). Surut benar-benar nggak ada air lagi sama sekali, kering"
Bagi masyarakat setempat, fenomena ajaib ini adalah bukti kebesaran Sang Pencipta yang tak terjangkau oleh nalar manusia biasa.
"Orang sini itu benar-benar enggak bisa jawab ya, kita cuman bisanya wallahualam, memang dari yang Maha Kuasa gitu loh kita dari sininya"
Namun, bagaimana sains menjelaskan misteri ini? Ternyata, di balik pesona magisnya, ada penjelasan ilmiah yang tak kalah mengagumkan. Guru Besar Keairan Teknik Sipil Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Ir. Ign Sriyana MS, IPU, APEC Eng, menyebut fenomena ini sebagai sebuah 'anomali hidrologi' yang sangat langka.
"Dalam ilmu hidrologi dan hidrogeologi, fenomena ini disebut sebagai anomali hidrologi"
Profesor Sriyana menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh waktu jeda aliran atau lag time yang sangat panjang. Air hujan yang turun berbulan-bulan selama musim basah membutuhkan waktu lama untuk meresap.
"Air hujan memerlukan waktu untuk meresap atau melakukan infiltrasi melewati zona tidak jenuh air atau vadose zone, sebelum akhirnya mencapai zona jenuh air atau aquifer"
Proses infiltrasi yang lambat ini disebabkan oleh lapisan tanah atas yang memiliki konduktivitas hidrolik lambat, atau karena posisi akuifer (lapisan pembawa air) yang berada sangat dalam. Ketika kemarau akhirnya tiba, barulah air yang meresap sejak musim hujan tersebut berkumpul sepenuhnya di akuifer dalam dan memancar keluar ke permukaan tanah, menciptakan aliran air yang melimpah ruah justru di saat permukaan bumi sedang kering kerontang.
Di balik fenomena ilmiah dan mitosnya, Kali Odo juga menyimpan kehangatan tradisi lokal yang kental. Menjelang musim kemarau, warga bergotong-royong melakukan tradisi 'Bersih Kali' untuk membersihkan sampah di dasar sungai yang kering. Begitu mata air pertama menyembur, kegembiraan warga membuncah dalam ritual 'Sadranan' sebagai wujud syukur.
"Sadranan itu di desa kami, kita bersyukur sama yang Maha Kuasa kalau diberi mata air keluar dan kita berdoa sama leluhur biar selalu menjaga tempat ini. Terus bisa syukur-syukur bisa permanen kayak mata air lainnya"
Kini, Kali Odo bukan hanya menjadi penopang hidup warga di kala gersang, tetapi juga sebuah destinasi wisata alam yang menawarkan ketenangan dan keunikan yang tiada duanya di dunia.
Informasi Praktis Liburan ke Kali Odo:
- Lokasi: Dusun Karangnongko, Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
- Waktu Terbaik Berkunjung: Musim kemarau (saat debit air sungai melimpah, jernih, dan sangat segar untuk berendam).
- Keunikan Budaya: Wisatawan dapat menyaksikan tradisi "Bersih Kali" menjelang kemarau dan ritual "Sadranan" sebagai bentuk rasa syukur warga setempat saat mata air mulai memancar kembali.
- Tips Liburan: Hindari berkunjung saat musim hujan jika ingin menikmati aliran sungai, karena Kali Odo akan kering total segera setelah hujan deras disertai petir pertama melanda kawasan tersebut.










