KABARTASELA.ID, SUMEDANG — Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga Yogi Saparudin, seorang pengemudi taksi online yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi terkubur di area perkebunan teh Margawindu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sebelum hilang kontak hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan mengenaskan, korban diketahui sempat berkomunikasi dengan buah hatinya.
Momen terakhir tersebut berlangsung pada Kamis (8/10/2026) sore lewat sambungan panggilan video (video call). Dalam percakapan singkat itu, Yogi mengabarkan kepada anaknya bahwa ia sedang berada di sekitar area galian dan berjanji akan membawakan makanan sepulang bekerja.
Namun, janji manis seorang ayah tersebut tidak pernah terlaksana. Selepas panggilan video usai, pihak keluarga mulai kesulitan menghubungi Yogi. Gawai miliknya sempat berdering ketika dihubungi berulang kali, tetapi tidak kunjung diangkat hingga akhirnya saluran telepon benar-benar nonaktif.
Kekhawatiran keluarga berubah menjadi kenyataan pahit setelah Yogi dikabarkan ditemukan tak bernyawa. Jasad korban ditemukan terkubur di kawasan perkebunan teh Margawindu, Dusun Cisoka, Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan.
Istri korban, Dahlia Ernawati, menuturkan bahwa almarhum merupakan sosok kepala keluarga yang bertanggung jawab, transparan, serta ringan tangan membantu sesama. Keterbukaan almarhum dalam segala urusan membuat keluarga terpukul atas kepergiannya yang tragis.
"Kalau suami saya punya utang dia pasti bilang, enggak pernah ada yang ditutup-tutupi. Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya dan kalau bisa hukuman mati,"
Kini pihak keluarga menaruh harapan besar pada proses penegakan hukum agar pelaku yang tega merenggut nyawa korban dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan hukuman setimpal.










