29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Nestapa Penjual Buku Cihapit: 46 Tahun Bertahan, Berakhir Jual Kiloan Rp 300 Ribu akibat Penertiban

Lapak dibongkar mandiri usai imbauan lisan kelurahan, Bagja Tanurahardja memilih pasrah namun enggan menyerah.

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Kamis, 8 Oktober 2026 • 16:30 WIB•217x dibaca
Bagja Tanurahardja meratapi sisa pembongkaran lapak bukunya.
Bagja Tanurahardja meratapi sisa pembongkaran lapak bukunya.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, BANDUNG — Bagja Tanurahardja (63) hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan pahit. Lapak buku bekas yang telah ia kelola selama 46 tahun di Jalan Cihapit, Kota Bandung, kini tinggal kenangan setelah dibongkar secara mandiri menyusul adanya rencana penertiban oleh otoritas setempat.

Keputusan pembongkaran tersebut dilakukan Bagja pada Senin (5/10/2026) lalu setelah menerima imbauan lisan dari pihak kelurahan. Meski belum ada surat peringatan tertulis yang resmi, pria paruh baya ini memilih untuk kooperatif demi mematuhi regulasi pemerintah setempat.

Iklan

"Dari kelurahan itu hari Kamis ngasih pemberitahuan, ya, bahwa ada penertiban. Akhirnya dikasih waktu sampai hari Senin. Ya sudah, kemarin hari Senin, kita semua pedagang kaki lima sepakat pembongkaran. Kalau surat pemberitahuan sih belum ada. Jadi ya boleh dibilang spontan sih," kata Bagja saat berbincang, Kamis (8/10/2026).

Penertiban ini membawa kerugian materiil dan moril yang cukup besar bagi Bagja. Ribuan buku koleksinya, yang beberapa di antaranya merupakan literatur langka berbahasa Belanda dan Jerman dari era tahun 1800-an, tidak lagi terpajang dengan rapi. Karena keterbatasan ruang dan waktu, seluruh koleksi tersebut terpaksa ia jual secara kiloan kepada pengepul barang bekas.

"Yang kemarin aja kan ribuan buku akhirnya kita kiloin semua ke pengepul. Sekarang paling dari ribuan buku itu cuma jadi Rp 300 ribuan. Padahal kalau hari-hari biasa, paling cuma jual 10 buku juga udah ketutup itu. Kita enggak punya kekuatan hukum apa-apa, kan. Ya udahlah, dari pada jadi polemik, ya udah bongkar sendiri aja," ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Kendati harus merintis kembali dari nol di usianya yang senja, Bagja menegaskan tidak akan menyerah. Baginya, dunia literasi dan perdagangan buku adalah satu-satunya keahlian yang ia miliki untuk menyambung hidup. Ia bertekad untuk kembali mengumpulkan buku sedikit demi sedikit demi bisa berjualan lagi di lokasi yang sama.

"Ya mau enggak mau harus kita sedikit-sedikit ngumpulin lagi buku sih. Soalnya ya boleh dibilang keahlian saya cuma di bidang buku. Ya dengan kondisi ya bongkar pasang lah. Walaupun ya merepotkan sih," tutup Bagja.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...