Insiden tersebut terjadi sekira pukul 11.30 WIB pada babak delapan besar yang mempertemukan tim Kecamatan Cibeureum melawan Kecamatan Kawalu, saat laga babak kedua baru berjalan lima menit.
Almarhum yang lahir pada 17 Desember 1982 dan berdomisili di Negla Kaler, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum tersebut tiba-tiba terjatuh di lapangan tanpa adanya benturan maupun kontak fisik dengan pemain lawan.
Ketua Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, S.Pd., membenarkan kronologi memilukan yang menimpa almarhum saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026) siang.
"Memang almarhum sedang maen bola stelah mengoper bola terus berjalan sekitar 3-4 langkah, tidak ada sentuhan karena agak jauh dengan lawan langsung terjatuh," ujar H. Wahid.
Sebelum memasuki babak kedua, tim official sempat menanyakan kesiapan fisik almarhum untuk melanjutkan pertandingan. Namun, almarhum menyatakan kondisinya masih siap.
"Dari posisi dia pingsan itu lagi tidak pegang bola, tidak ada sentuhan apapun. Itu babak kedua baru lima menitan, sempat ditanya, diganti gak? Gaskeun kuat begitu ngobrolnya," beber Wahid.
Meski pihak RSUD dr. Soekardjo belum mengeluarkan rilis medis resmi lantaran fokus pada penanganan darurat, diduga kuat almarhum mengalami kelelahan ekstrem (exhaustion) sebelum bertanding akibat kurang istirahat pada malam harinya. Informasi tersebut diperoleh dari keterangan keluarga dan adik kandung almarhum yang turut bermain dalam laga yang sama.
"Yang jelasnya kecapean, karena malam itu, saya juga baru tahu dari keluarganya, sama adiknya, kan adiknya juga main... malam itu habis pingpong (tenis meja), ngaliwet, begadang sampai setengah 2, jadi kecapean," terang Wahid.
Petugas medis dari Puskesmas Karanganyar Kawalu yang bertugas di lapangan langsung memberikan pertolongan pertama sebelum almarhum dilarikan menggunakan ambulans menuju IGD RSUD dr. Soekardjo. Upaya maksimal medis selama kurang lebih setengah jam di IGD tak mampu menyelamatkan nyawa korban.
Sebagai bentuk rasa duka cita mendalam serta penghormatan kepada almarhum, PSSI Kota Tasikmalaya bersama seluruh perwakilan tim peserta sepakat untuk menghentikan secara total turnamen U-40 2026 tersebut.
"Sepakat bahwa pertandingan ini tidak akan dilanjutkan... Ini juga kesepakatan semua, baik tim-tim dan panitia untuk menghargai almarhum yang meninggal," tegas Wahid.
Sebagai gantinya, panitia akan menggelar laga amal (charity match) seusai peringatan tujuh hari meninggalnya almarhum guna menggalang santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Jajaran pengurus Askot PSSI Kota Tasikmalaya juga hadir langsung dalam prosesi takziah, pelepasan jenazah di rumah duka Negla Kaler, hingga mengantar almarhum ke peristirahatan terakhirnya. Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menerima musibah ini sebagai takdir.










