29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)
Tasela TerkiniBreaking News

Perahu Nelayan Dihantam Gelombang Tinggi di Cipatujah Tasikmalaya, Dua Orang Dilaporkan Hilang

Satu nelayan berhasil selamat setelah berenang ke tepi pantai, sementara dua rekannya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Rabu, 30 September 2026 • 12:15 WIB•815x dibaca
Personel Basarnas Pos SAR Tasikmalahya Persiapan Diberangkatkan.
Personel Basarnas Pos SAR Tasikmalahya Persiapan Diberangkatkan.Foto: Basarnas.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, CIPATUJAH — Musibah kecelakaan laut menimpa tiga nelayan di Perairan Pamoekan, Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Perahu yang mereka tumpangi terbalik setelah dihantam gelombang tinggi pada Selasa (29/9/2026) sekira pukul 22.00 WIB.

Ketiga nelayan tersebut diketahui bernama Ending (58), Weli (48), dan Budi (30). Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh jurnalis kabartasela.id, ketiganya berangkat melaut sejak Selasa sore sekira pukul 16.00 WIB untuk menangkap ikan di perairan selatan Tasikmalaya.

Nahas, saat hendak berlayar kembali menuju daratan pada malam hari, hempasan ombak besar mendadak membalikkan perahu yang mereka tumpangi tanpa memberi ruang evakuasi yang cukup.

Dalam insiden mencekam tersebut, Budi (30) berhasil menyelamatkan diri secara mandiri dengan berenang sekuat tenaga menembus gelombang tinggi hingga akhirnya mencapai bibir pantai. Setibanya di darat, Budi langsung meminta pertolongan warga sekitar dan melaporkan musibah yang menimpa rekan-rekannya.

Kendati demikian, hingga saat ini dua nelayan lainnya yakni Ending (58) dan Weli (48) masih belum diketahui keberadaannya dan dinyatakan hilang di tengah laut.

Iklan

Basarnas Terjunkan Tim Rescue Gabungan

Informasi terkait kecelakaan laut di Cipatujah ini diterima secara resmi oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung pada Rabu (30/9/2026) pukul 08.45 WIB dari pihak Satpolairud Tasikmalaya.

Usai melakukan koordinasi serta validasi data lapangan bersama Pos SAR Pangandaran dan Satpolairud Tasikmalaya, Kantor SAR Bandung langsung menerjunkan dua tim rescue sekaligus dari Pos SAR Pangandaran dan Pos SAR Tasikmalaya menuju ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana, S.A.P., M.Si., menegaskan bahwa tim SAR gabungan akan memaksimalkan seluruh potensi dan peralatan untuk menyisir Perairan Pamoekan guna menemukan korban.

"Tim SAR gabungan akan mengoptimalkan pencarian terhadap dua nelayan yang masih dalam pencarian dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh personel selama pelaksanaan operasi," tegas Ade Dian Permana, Rabu (30/9/2026).

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur potensi SAR yang siaga di wilayah Priangan Timur, dengan fokus penyisiran di sekitar titik koordinat perahu dilaporkan terbalik. Portal berita Kabar Tasela akan terus memantau perkembangan terbaru terkait proses evakuasi dan pencarian korban di lapangan.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
111 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...