29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Rombongan Pengantin Asal Tasikmalaya Masuk Jurang di Cianjur Usai Ikuti Peta Digital

Diduga tidak kuat menanjak saat melewati jalur alternatif yang curam setelah dipandu aplikasi GPS ponsel.

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Selasa, 6 Oktober 2026 • 15:16 WIB•314x dibaca
Minibus Saat Terjun ke Jurang.
Minibus Saat Terjun ke Jurang.Foto: Istimewa.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, CIANJUR – Sebuah minibus bernomor polisi Z 1748 HY yang membawa rombongan pengantar pengantin asal Kabupaten Tasikmalaya terperosok ke dalam jurang sedalam delapan meter di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, Senin kemarin. Kecelakaan tunggal ini diduga terjadi setelah kendaraan tersebut tidak kuat menanjak saat melewati jalur alternatif yang curam.

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Takokak memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang yang berjumlah delapan orang berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun beberapa di antaranya harus dilarikan ke puskesmas terdekat akibat mengalami luka-luka.

Kapolsek Takokak, AKP Dadang Warman, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika minibus tersebut kehilangan tenaga saat melintasi jalanan yang menanjak. Karena tidak kuat menahan beban di tanjakan, kendaraan itu kemudian bergerak mundur tanpa kendali hingga akhirnya terperosok ke jurang.

"Tidak ada korban jiwa, delapan orang di dalam mobil mengalami luka sedang dan ringan sudah mendapat pertolongan medis di puskesmas setempat. Kecelakaan diduga karena mobil tidak kuat menanjak dan hilang kendali," kata AKP Dadang Warman saat dihubungi, Senin.

Akibat peristiwa tersebut, dilaporkan dua orang penumpang mengalami luka berat, sedangkan enam penumpang lainnya mengalami luka ringan. Petugas kepolisian bersama warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi darurat.

Iklan

Tersesat Akibat Mengikuti Aplikasi Peta di Ponsel

Kepala Desa Waringinsari, Nadir Muharam, mengungkapkan bahwa rombongan pengantar pengantin asal Tasikmalaya ini diduga tersesat setelah sang sopir menggunakan aplikasi penunjuk jalan atau peta digital di telepon selulernya. Aplikasi tersebut mengarahkan kendaraan melewati jalan perkampungan yang sempit dengan kontur tanjakan yang sangat curam.

Sopir minibus tetap memaksakan kendaraan untuk melintasi jalur tersebut. Namun, di tengah tanjakan curam, mesin kendaraan diduga tidak mampu menanjak, sehingga mobil bergerak mundur dengan cepat dan keluar dari bahu jalan.

"Mobil sempat terbalik membuat penumpang di dalamnya terjebak. Saat di dasar jurang posisi mobil terbalik dengan kondisi kabin ringsek, sehingga warga sempat kesulitan mengevakuasi para korban," ujar Nadir menjelaskan kondisi di lapangan.

Proses evakuasi bangkai minibus dari dasar jurang sedalam delapan meter tersebut membutuhkan waktu sekitar dua jam. Evakuasi berhasil dilakukan berkat gotong royong warga setempat bersama aparat kepolisian yang menggunakan peralatan seadanya.

Hingga Selasa (6/10/2026), seluruh korban masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat. Nadir menambahkan bahwa kondisi para korban kini berangsur membaik dan stabil. Pihak keluarga dari Tasikmalaya pun telah dihubungi dan sedang dalam perjalanan untuk menjemput para korban agar bisa segera dipulangkan ke daerah asal.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
111 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...