29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Sabu dan Lampu Disko di Sel: Ditjenpas Jabar Usut Video Viral Warga Binaan Rutan Depok

Tim gabungan diturunkan untuk menyelidiki dugaan pesta narkoba warga binaan di dalam rutan.

Aiwa
Aiwa
Wartawan Tasela•Senin, 5 Oktober 2026 • 07:30 WIB•223x dibaca
Petugas gabungan selidiki dugaan penyalahgunaan narkotika di Rutan Depok.
Petugas gabungan selidiki dugaan penyalahgunaan narkotika di Rutan Depok.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, DEPOK — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Barat bergerak cepat mengusut video viral yang menunjukkan dugaan warga binaan mengonsumsi narkotika jenis sabu di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Depok. Tim gabungan telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam demi mengungkap kebenaran di balik rekaman tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Yudi Suseno, menegaskan pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas terhadap siapa saja yang terbukti terlibat dalam pelanggaran ini, bahkan hingga membawa kasus tersebut ke ranah hukum pidana.

"Pokoknya siapapun menurut hasil pemeriksaan terindikasi terkait dengan masalah tersebut pasti ditindak. Malah kita akan proses hukum jika ada unsur pidananya," ujar Yudi saat dihubungi awak media, Minggu (4/10/2026).

Yudi memaparkan bahwa pengawasan warga binaan di seluruh wilayah Jawa Barat saat ini didukung oleh sekitar 3.400 pegawai. Kendati demikian, jumlah personel pengamanan terbilang terbatas dibandingkan dengan total unit pelaksana teknis (UPT) yang harus diawasi.

Iklan

"Dari jumlah total pegawai, petugas pengamanannya hanya 500 an orang untuk seluruh UPT di Jawa Barat terdiri dari 33 lapas, rutan dan LPKA serta enam Bapas," jelas Yudi.

Meski menghadapi keterbatasan pengamanan, pihak Ditjenpas Jawa Barat berkomitmen untuk memaksimalkan pengawasan dan terus mendorong peningkatan kualitas kinerja di seluruh rutan dan lapas di Jawa Barat.

"Ikhtiar kita untuk pemasyarakatan khususnya di Jabar akan lebih baik ke depannya.mohon dukungannya juga untuk kebaikan dan perbaikan institusi kami, khususnya di Jabar ini," terang Yudi.

Sementara itu, pihak internal Rutan Kelas I Depok juga tengah melakukan investigasi mandiri dan berkoordinasi dengan Ditjenpas Jawa Barat untuk menelusuri keaslian video tersebut. Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, mengonfirmasi proses penyelidikan sedang berjalan.

"Saat ini kami masih dalam proses investigasi dan pendalaman dan kita juga sedang menunggu pemeriksaan dari ditjenpas," singkat Galih.

Kasus ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan aktivitas mencurigakan tiga orang warga binaan di dalam sebuah ruangan berlampu disko layaknya tempat hiburan malam. Dalam rekaman tersebut, tampak dua orang berjoget diiringi musik keras, sementara salah satu di antaranya yang mengenakan topi terlihat memegang alat yang diduga sebagai bong atau alat hisap sabu. Di ruangan tersebut juga terlihat sebuah kaos bertuliskan "Blok A", dan seluruh aktivitas tersebut diduga direkam menggunakan ponsel milik salah satu warga binaan.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Aiwa
Penulis Berita

Aiwa

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan di kabartasela.id yang berfokus pada peliputan berita nasional dan dinamika politik."
56 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 10 September 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...