Berbeda dari perayaan keagamaan pada umumnya, warga Kampung Sukagalih mengemas peringatan ini dengan memadukan aksi mancing mania unik di malam hari yang dilanjutkan dengan tradisi ngubyag balong atau ngobeng ikan bersama ratusan warga.
Ketua RT 06 Kampung Sukagalih, Edi Mulyadi, didampingi Ketua Panitia, Triyono Paul, mengungkapkan bahwa pemilihan konsep acara sengaja dirancang agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut berpartisipasi tanpa terbentur jam kerja harian.
"Dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah, kami mengadakan acara mancing mania sama ngubyag balong atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ngobeng," kata Edi Mulyadi saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026) malam.
"Acara mancing mania digelar pada malam hari, beda dari yang lain. Kenapa digelar malam hari? Dikarenakan aktivitas kalau siang hari warga kan kerja, kalau malam hari kan pada ngumpul di rumah," tambahnya.
Puncak Kemeriahan Ngobeng Ikan di Kolam Masjid An-Nur
Keseruan acara berlanjut pada Minggu siang saat tradisi ngobeng, yakni menangkap ikan secara langsung menggunakan tangan kosong, resmi dimulai di kolam ikan Masjid An-Nur. Antusiasme masyarakat melonjak drastis dengan hadirnya ratusan peserta dari berbagai kelompok usia.
"Kalau ngobeng siang hari, diikuti ratusan warga dari enam RT di lingkup RW ini, mulai RT 01 sampai RT 06 Kampung Sukagalih," jelas Edi.
Guna menambah keceriaan, panitia turut menyajikan beragam perlombaan hiburan yang melibatkan anak-anak hingga kalangan ibu-ibu demi mempererat tali silaturahmi antarwarga.
"Sambil digelar acara lomba-lomba yang diikuti oleh ibu-ibu dan anak-anak. Ngobeng dan mancing mania juga dari anak sampai orang tua, guyub di sana kumpul alhamdulillah," ungkapnya gembira.
Edi menambahkan bahwa agenda kebersamaan ini telah menjadi tradisi rutin tahunan di Kampung Sukagalih. Namun, perayaan Maulid Nabi tahun 1448 H ini dirasakan jauh lebih semarak dan meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pengurus lingkungan setempat berharap tradisi keagamaan yang dibungkus dengan kearifan lokal ini dapat terus dijaga kelestariannya dan konsisten diselenggarakan di masa-masa mendatang.
"Acara digelar rutin setiap tahun, tahun ini lebih meriah dan semarak. Harapan tahun depan bisa digelar kembali, insyaallah tiap tahun ya," pungkas Edi.









