KABARTASELA.ID, Jakarta — Kemenangan telak Timnas Indonesia 3-0 atas Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Jumat (5/6/2026) malam WIB lalu, menyisakan catatan taktik yang sangat menarik. Di bawah asuhan pelatih John Herdman, skuad Garuda tidak hanya menyajikan permainan atraktif, tetapi juga memperlihatkan kedalaman skuad yang menjanjikan lewat rotasi enam pemain pada babak kedua.
Tampil perkasa dalam laga ketiganya memimpin Indonesia, Herdman membawa Garuda unggul lewat gol Justin Hubner di menit ke-13, disusul sontekkan Ole Romeny pada menit ke-27, dan ditutup oleh aksi Ragnar Oratmangoen pada menit ke-56. Meski skema serangan sejak menit awal berjalan rapi, sorotan utama justru tertuju pada keputusan eks arsitek Timnas Kanada itu untuk melakukan penyegaran tim dengan memasukkan Dony Tri Pamungkas, Calvin Verdonk, Yakob Sayuri, Mauro Zijlstra, Saddil Ramdani, dan Mathew Baker.
Dari enam nama tersebut, tiga pemain langsung terbukti nyetel dengan skema permainan. Mereka adalah Calvin Verdonk, Dony Tri Pamungkas, dan debutan muda Mathew Baker yang tampil penuh percaya diri. Pengamat sepak bola senior asal Malang, Gusnul Yakin, memberikan apresiasi tinggi terhadap performa ketiganya yang sukses menjaga stabilitas permainan tim.
"Kalau Calvin Verdonk tak usah dibahas lagi, karena kualitasnya sangat bagus. Dony Tri dan Mathew Baker tak mengecewakan. Mereka sangat percaya diri. Terutama Mathew Baker yang menjalani debutnya," ujar Gusnul Yakin.
Namun, tidak semua eksperimen berjalan mulus. Performa Yakob Sayuri, Saddil Ramdani, dan striker muda Mauro Zijlstra dinilai masih perlu diasah dan dievaluasi lebih lanjut. Beberapa kesalahan taktis di lapangan mengindikasikan bahwa ketiganya masih membutuhkan waktu adaptasi terhadap taktik cepat ala Herdman.
"Dua pemain muda ini bakal terus berkembang jika sering diberi menit bermain. Tapi sayang Yakob Sayuri dan Saddil Ramdani tak maksimal. Ada beberapa momen keduanya bikin kesalahan. Apakah karena gugup atau perlu adaptasi dengan game plan. Mauro Zijlstra juga masih perlu diasah lagi," tambahnya.
Secara keseluruhan, rotasi ini dinilai tepat waktu dan murni untuk kebutuhan taktis demi memetakan kekuatan skuad Garuda. Penggantian pertama dilakukan demi menjaga ritme akibat indikasi cedera Justin Hubner serta mengistirahatkan Nathan Tjoe-A-On. Melalui laga ini, John Herdman kini mengantongi data penting untuk membangun kedalaman tim yang kokoh demi menyongsong laga-laga krusial Timnas Indonesia berikutnya.










