29°C
šŸ•Œ Dzuhur11:56

Sinyal Susah Bukan Halangan: KPU Pastikan Suara Warga Tasikmalaya Selatan Aman via Sistem Offline

Penggunaan teknologi rekapitulasi luring terenkripsi dipastikan menjamin akurasi dan keterbukaan perolehan suara di wilayah pelosok.

Redaksi Kabar Tasela
Redaksi Kabar Tasela
Redaktur / Editor•Rabu, 19 Agustus 2026 • 12:17 WIB
1.535x dibaca•2 min baca
Estimasi baca: 3 menit
Simulasi kesiapan perangkat dan rekapitulasi data pemilu.
Simulasi kesiapan perangkat dan rekapitulasi data pemilu.
Single Article - Top Banner

KABAR TASELA, Singaparna — Guna memastikan hak pilih seluruh warga negara terjamin tanpa terkendala kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur telekomunikasi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar simulasi kesiapan sistem pemilu digital di kawasan tanpa sinyal seluler (blank spot) wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela).

Simulasi yang dipusatkan di kawasan Singaparna dan melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) dari pelosok Tasela ini bertujuan memperagakan tata cara rekapitulasi suara berbasis aplikasi seluler yang dirancang khusus untuk bekerja tanpa koneksi internet secara langsung.

Teknologi Luring Terenkripsi untuk Wilayah Pelosok

Teknologi yang diuji dalam simulasi ini meliputi perangkat rekapitulasi berbasis aplikasi lokal. Perangkat ini memiliki kemampuan utama merekam data formulir C-Hasil secara digital dan menyimpannya dalam bentuk enkripsi ketat di penyimpanan internal ponsel pintar petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Proses sinkronisasi data baru akan berjalan secara otomatis saat petugas bergerak menuju titik lokasi yang memiliki akses jaringan seluler atau internet yang stabil, seperti di kantor desa atau kecamatan.

Iklan

"Kendala utama di wilayah Tasikmalaya Selatan adalah perbukitan dan pesisir yang masih memiliki banyak titik blank spot. Melalui sistem luring ini, kami memastikan data perolehan suara dari TPS di daerah terpencil tetap aman, terenkripsi, dan tidak bisa dimanipulasi sebelum tersambung ke server pusat," ujar perwakilan KPU Kabupaten Tasikmalaya di lokasi simulasi.

Alur Kerja Sistem Rekapitulasi Digital Luring

Dalam simulasi tersebut, para petugas memperagakan alur rekapitulasi mulai dari penghitungan suara di TPS hingga pengunggahan data akhir. Adapun tahapan utama dalam penggunaan sistem digital luring ini meliputi:

  • Pemotretan Formulir C-Hasil: Petugas KPPS memotret lembar fisik formulir C-Hasil menggunakan kamera aplikasi rekapitulasi.
  • Pembacaan Otomatis (OCR/OMR): Aplikasi membaca angka dan data secara otomatis untuk mengonversi dokumen fisik menjadi data digital.
  • Enkripsi dan Penyimpanan Lokal: Data yang terkonfirmasi disimpan secara lokal di dalam memori terenkripsi tanpa memerlukan koneksi internet.
  • Pengiriman Berjenjang (Sync): Petugas membawa perangkat ke lokasi berjarak terdekat yang memiliki sinyal untuk melakukan sinkronisasi otomatis ke basis data server pusat.

Langkah responsif ini diharapkan mampu mengikis keraguan masyarakat terkait potensi kendala teknis saat penghitungan suara di kawasan Priangan Timur, khususnya Tasikmalaya Selatan. KPU menegaskan bahwa transparansi, keamanan data, dan akurasi perolehan suara tetap menjadi prioritas utama demi terciptanya pemilu yang jujur dan adil.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Redaksi Kabar Tasela
Penulis Berita

Redaksi Kabar Tasela

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
7 Artikel DiterbitkanBergabung 2 hari lalu

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...