KABARTASELA.ID, JAKARTA — Panggung Piala AFF 2026 bakal menjadi ujian taktis perdana bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia. Pelatih asal Inggris yang menukangi skuad Garuda sejak Januari 2026 ini memikul misi besar: mengikis habis status spesialis runner-up dan mengonversinya menjadi trofi juara yang sudah lama diidamkan publik sepak bola tanah air.
Sebagai persiapan matang, Herdman telah menggembleng anak asuhnya dalam pemusatan latihan di Bali sejak awal Juli 2026. Meski fokus jangka panjang tertuju pada panggung global, juru taktik berpengalaman ini memandang turnamen regional ini sebagai batu loncatan penting untuk menguji kedalaman skuadnya.
"Target kami adalah lolos ke Piala Dunia. Target berikutnya adalah benar-benar mampu bersaing di level AFC. Karena itu, Piala AFF memberikan kesempatan bagi kami untuk berkembang bersama"
Perjuangan Merah Putih di Grup A akan diawali dengan meladeni tantangan Kamboja pada 27 Juli, disusul bentrokan kontra Timor Leste (31 Juli), duel panas melawan musuh bebuyutan Vietnam (3 Agustus), serta laga penutup fase grup kontra Singapura (7 Agustus). Babak penyisihan ini dipastikan menyajikan tensi tinggi, terutama dengan hadirnya gelombang pelatih debutan di Asia Tenggara.
Herdman masuk dalam barisan tujuh arsitek lapangan hijau yang akan mencicipi atmosfer Piala AFF untuk kali pertama, bersanding dengan nama-nama beken seperti Gavin Lee (Singapura), Anthony Hudson (Thailand), Ze Pedro (Timor Leste), Carles Cuadrat (Filipina), Vladica Grujic (Laos), dan Jorn Andersen (Myanmar).
Namun, rintangan terbesar di fase grup dipastikan datang dari Vietnam. Skuad asuhan Kim Sang-sik datang dengan status juara bertahan dan modal mentereng. Tidak hanya mempertahankan kestabilan tim dengan mengandalkan striker tajam Nguyen Xuan Son, kubu lawan juga memperkuat kedalaman skuad lewat program naturalisasi.
"Saya antusias. Saya rasa Vietnam baru saja menaturalisasi tiga pemain asal Brasil sehingga mereka akan menjadi lawan yang sangat tangguh. Saya juga melihat mereka memenangkan empat pertandingan uji coba sebelum turnamen ini. Jadi, kami memang perlu diuji. Itulah tujuan kami berada di sini"
Selain Vietnam, kekuatan tak terduga juga datang dari Kamboja yang membawa pilar naturalisasi seperti Yudai Ogawa, Alisher Mirzaev, Abdel Kader Coulibaly, dan Iago Bento. Kini, tantangan terbesar berada di tangan Herdman: mampukah ia menyuntikkan mentalitas juara kepada skuad Garuda yang telah enam kali mentok sebagai runner-up di ajang dua tahunan ini?










