KABARTASELA.ID, KOTA BANDUNG — Wajah kawasan Kiaracondong, Kota Bandung, bersiap mengalami perubahan signifikan pascapembongkaran puluhan bangunan liar milik pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah setempat kini tengah mematangkan konsep baru agar kawasan tersebut tertata rapi, di mana aktivitas perdagangan diarahkan bergulir pada sore hingga malam hari, sementara pagi hingga siang diupayakan steril dari aktivitas jual beli.
Skema penataan tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan kepentingan ketertiban umum dan keberlangsungan ekonomi masyarakat. Dengan pembagian waktu operasional, ruas jalan yang kerap padat diharapkan dapat berfungsi optimal melayani lalu lintas warga pada jam sibuk siang hari.
Lurah Kebon Jayanti, Wiwin Haryani, menyatakan bahwa pihak kelurahan telah membuka komunikasi langsung dengan para pelaku usaha terkait rencana pemanfaatan ruang di Pasar Kiaracondong. Opsi yang disodorkan menetapkan pedagang diperbolehkan berdagang mulai sore hingga malam, dengan catatan area harus bersih saat memasuki pagi hari.
"Jadi nanti dari 24 jam itu, kita mungkin ada space dari pagi sampai sore bisa lengang. Dari Itu baru kita obrolan, ya. Tapi alhamdulillah sampai saat ini juga pedagang responsnya baik,"
Dalam rancangan pembagian waktu yang disiapkan, pedagang kuliner dijadwalkan mulai menggelar lapak sekitar pukul 15.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Setelah aktivitas kuliner selesai, giliran pasar tumpah yang umumnya diisi pedagang komoditas sayuran diperkenankan beroperasi hingga pukul 07.00 WIB pagi.
"Sehingga pada saat di siang hari kita betul-betul bisa menikmati ini lengang. Nanti mungkin pedagangnya dari sore ke malam bisa kita atur jam operasionalnya,"
Wiwin menegaskan, pengaturan teknis operasional ini selanjutnya akan digodok bersama Tim Satgas PKL Kelurahan Kebon Jayanti. Penataan ini dipastikan menjadi solusi berkelanjutan agar sebanyak 77 pedagang yang lapaknya terdampak pembongkaran dapat kembali melanjutkan mata pencaharian mereka.
"Nanti kita atur kembali. Karena itu yang yang 77 yang sudah terbongkar harus bisa lagi berjualan di sini,"
Pemerintah Kelurahan Kebon Jayanti menekankan pentingnya komitmen bersama dari para pedagang untuk mematuhi regulasi, terutama menyangkut ketertiban lalu lintas dan kebersihan lingkungan.
"Saya juga berharap nanti kepada PKL-nya setelah ini nanti dibenahi, PKL dengan kita juga kerja samanya masih tetap terus berlanjut untuk kebersihannya, untuk ketertiban jualannya, sama lalu lintasnya. Sehingga apa pun yang kita imbaukan kepada mereka, mereka juga bisa menerima,"










