KABARTASELA.ID, JAKARTA — Menatap target ambisius lolos ke putaran final Piala Dunia 2030, Timnas Indonesia terus tancap gas mematangkan amunisi skuad. Sembilan bulan menukangi skuad Garuda, juru taktik John Herdman sukses membawa kematangan taktik yang terbukti lewat raihan trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan tersebut menjadi batu pijakan penting usai kegagalan menembus panggung Piala Dunia 2026 lalu.
Mengandalkan kerangka tim warisan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang diperkuat wajah baru seperti Luke Vickery dan Mitchell Baker, Herdman kini membuka opsi memperdalam tim lewat pemain diaspora potensial di Eropa. Proses ini tentu tetap mengacu pada verifikasi administrasi dan kesiapan sang pemain berseragam Merah-Putih.
Di sektor pertahanan, Pascal Struijk menjadi figur paling mentereng. Palang pintu berusia 26 tahun milik Brighton di Premier League tersebut memiliki darah Indonesia dari kakek-nenek pihak ibunya. Pengalaman reguler di kasta tertinggi sepak bola Inggris dinilai sangat krusial jika diintegrasikan ke dalam skema tiga bek tengah andalan tim nasional.
Kebutuhan juru gedor tajam juga mengarah pada sosok penyerang Dinamo Bucuresti, Dean Zandbergen (25). Striker berpostur jangkung 188 sentimeter ini mengantongi darah keturunan dari sang kakek. Musim lalu, ia tampil tajam bersama VVV Venlo dengan melesakkan 15 gol, sebelum menyumbang satu gol dan satu assist dari empat laga awal musim 2026/2027 di Rumania.
Darah segar juga berpeluang hadir di lini tengah lewat Julian Oerip (19), gelandang kreatif AZ Alkmaar U-21 yang mengalirkan darah Surabaya dari ayah dan kakeknya. Oerip tampil impresif di kasta kedua Liga Belanda musim ini lewat sumbangan tiga gol dan empat assist dari 10 penampilan.
Sementara itu, bek kanan Almeria, Daijiro Chirino (24), yang berdarah Maluku, diproyeksikan memperketat persaingan pos kanan pertahanan bersama Kevin Diks. Menutup radar, wonderkid Arsenal berusia 19 tahun, Demiane Agustien, yang memiliki gaya bermain eksplosif layaknya Jamal Musiala, turut dipantau berkat garis keturunan dari nenek pihak ibunya. Masuknya amunisi diaspora ini diharapkan kian mempertebal daya saing Garuda menuju kualifikasi dunia.










