Peristiwa tragis tersebut bermula ketika masinis Kereta Api (KA) KLB Balas, kereta barang pengangkut batu ballast penopang rel yang melaju dari arah Tasikmalaya menuju Bandung, melihat seorang pejalan kaki berada di Jalur Perlintasan Langsung (JPL). Masinis lantas segera melaporkan insiden penempelan tersebut kepada Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Indihiang.
Menerima laporan darurat tersebut, Petugas Pengamanan Rel (PKD Stasiun Indihiang) bersama warga sekitar langsung bergegas menyisir lokasi kejadian. Setibanya di TKP, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tak bernyawa di tengah rel akibat terseret sejauh kurang lebih 10 meter.
Lantaran tidak ditemukan identitas maupun dokumen pengenal pada tubuh korban di lokasi, petugas pengamanan rel langsung berkoordinasi dengan jajaran Polres Tasikmalaya Kota.
Tim Unit Identifikasi (Inafis) bersama piket fungsi Satreskrim dan Pamapta Polres Tasikmalaya Kota yang dipimpin Pamapta I, Ipda Jonih Jonansa, langsung terjun ke lokasi untuk menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menuju Kamar Jenazah RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya guna pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil visum luar oleh tim medis forensik bersama kepolisian, korban mengalami luka parah di antaranya robek pada kulit kepala, patah tulang tangan kanan, patah lutut kaki kiri, serta sejumlah luka lecet di sekujur tubuh.
Melalui proses identifikasi dan pendataan cepat di lapangan, jajaran Polres Tasikmalaya Kota berhasil mengungkap identitas korban. Korban diketahui bernama Ani Heriani (60), seorang buruh toko kain asal Kampung Sukagalih, RT 01/RW 12, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang tengah mengontrak rumah di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, musibah terjadi saat korban hendak berangkat bekerja dengan cara menyeberang rel untuk mencari angkutan umum (angkot). Diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta barang dari arah belakang hingga akhirnya tertemper.
Usai identitas korban dipastikan, Bhabinkamtibmas setempat langsung menghubungi pihak keluarga. Isak tangis pecah saat pihak keluarga tiba di RSUD dr. Soekardjo untuk mendampingi pemulasaraan sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian memastikan bahwa insiden kecelakaan maut di jalur rel ini tidak sampai mengganggu kelancaran serta jadwal perjalanan kereta api secara keseluruhan.










