29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)
Tasela TerkiniBreaking News

Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Parungponteng Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Karhutla

H. Apry Fauzan
H. Apry Fauzan
Redaktur / Editor•Sabtu, 24 Oktober 2026 • 13:29 WIB•348x dibaca
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Parungponteng Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Karhutla.
Peringati Hari Santri 2026, Ratusan Santri di Parungponteng Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Korban Karhutla.Foto: Dok. Panitia.
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, PARUNGPONTENG — Ratusan santri di wilayah Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, menggelar doa bersama dalam rangkaian peringatan Hari Santri 2026. Kegiatan spiritual tersebut menjadi wujud solidaritas dan kepedulian mendalam kalangan pesantren terhadap korban bencana lingkungan di tanah air, khususnya musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi kepedulian yang diinisiasi oleh Forum Pondok Pesantren (FPP) Kecamatan Parungponteng ini dipusatkan di Lapangan Desa Cigunung. Tidak kurang dari 500 santri dari berbagai pondok pesantren memadati lapangan dengan penuh khidmat.

Hadir langsung dalam agenda tersebut jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), alim ulama, tokoh masyarakat, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Parungponteng.

Refleksi Kepedulian Santri Terhadap Bangsa

Sekretaris Panitia Hari Santri Kecamatan Parungponteng, Agastiya Dita, menerangkan bahwa istigasah dan doa bersama ini dirancang khusus sebagai agenda penutup dari rentetan peringatan Hari Santri. Hal ini sejalan dengan tema nasional 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas'.

Iklan

"Ini adalah bentuk santri merasa ikut memikul beban dan persoalan yang sedang dihadapi bangsa," ujar Agastiya Dita saat ditemui di lokasi kegiatan.

Selain gelaran doa bersama untuk para korban karhutla dan bencana alam lainnya, puncak peringatan Hari Santri 2026 di Parungponteng juga diisi dengan upacara bendera serta tabligh akbar yang melibatkan masyarakat umum.

Dorong Santri Turun Langsung Tangani Persoalan Sosial

Sementara itu, Sekretaris FPP Kecamatan Parungponteng, KH Asep Nurhidayat, menegaskan bahwa institusi pesantren beserta elemen DKM terus bertekad memperluas cakupan kontribusi santri di tengah realitas kemasyarakatan modern.

Menurutnya, peran santri pada era sekarang tidak boleh lagi dipandang sempit sebatas aktivitas peribadatan semata, melainkan wajib bertransformasi menjadi penggerak aksi nyata kemanusiaan dan penjaga kelestarian alam.

"Ke depan, kami mendorong santri terlibat langsung dalam kepedulian sosial, seperti penggalangan bantuan kemanusiaan, pemeliharaan lingkungan, hingga gerakan penanaman pohon," terang KH Asep Nurhidayat.

Melalui momentum peringatan Hari Santri 2026 ini, para santri di Parungponteng diharapkan terus mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam pembangunan moral generasi penerus, menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan mempelopori aksi sosial kemasyarakatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
H. Apry Fauzan
Penulis Berita

H. Apry Fauzan

Redaktur / Editor Berita
"Bertanggung jawab atas arah kebijakan redaksional, independensi pemberitaan, dan penegakan kode etik jurnalistik di Kabar Tasela. Berkomitmen menyajikan fakta yang akurat, berimbang, dan mencerahkan masyarakat Tasikmalaya Selatan."
128 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...