29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menyingkap Jejak Cerita di Balik Monumen Megah Purwakarta: Galeri Terbuka Sarat Jiwa Pasundan

Menelusuri deretan patung ikonik yang membisikkan filosofi pewayangan, keanggunan tanah Plered, hingga keteguhan leluhur di sudut kota

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Sabtu, 24 Oktober 2026 • 11:55 WIB•169x dibaca
Kemegahan patung kereta kencana Arjuna Wiwaha di persimpangan jalan Purwakarta.
Kemegahan patung kereta kencana Arjuna Wiwaha di persimpangan jalan Purwakarta.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, PURWAKARTA — Melangkah menyusuri jalanan Purwakarta menghadirkan pengalaman layaknya berkelana di sebuah galeri seni terbuka. Angin kota berhembus menyapa setiap sudut jalan dan persimpangan, tempat karya seni memahat kisah tentang mitos pewayangan, warisan tanah liat, hingga jejak kehormatan budaya Sunda yang abadi.

Pandangan pertama akan tertambat pada senyum ramah Menong di etalase kota. Sosok anak perempuan berwajah bulat, bermakhkota segitiga, dan berkulit kuning langsat ini menyapa hangat pengguna jalan. Lahir dari tradisi gerabah tanah liat Kecamatan Plered sejak sekitar tahun 1904, Menong diangkat ke ruang publik pada masa kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta mencatat riwayat kerajinan ini:

"Menong termasuk kerajinan keramik hias khas Plered yang berkembang sebagai produk cenderamata."

Sosok Menong menjadi lambang keelokan, keanggunan perempuan Sunda, sekaligus kehangatan masyarakat menyambut para pelancong. Bergeser ke area Stasiun Kereta Api Purwakarta, giliran Gatotkaca yang menyambut kedatangan para penjelajah. Putra Bima dan Dewi Arimbi asal Pringgandani tersebut berdiri gagah dengan tangan bersedekap dan sayap badong di punggung, berdiri bak benteng perkasa pelindung gerbang kota berjuluk otot kawat tulang besi.

Iklan

Ketenangan mistis terasa tatkala singgah di telaga Situ Buleud, kawasan bersejarah peninggalan era R.A.A. Suriawinata abad ke-19 yang kini menjelma menjadi Taman Air Mancur Sri Baduga. Di tengah airnya, patung Sri Baduga Maharaja bersila dalam keheningan tapa, dikawal empat harimau putih. Monumen ini memancarkan pesan luhur kepemimpinan Sunda yang mengayomi: Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh.

Dinamika kota kian dramatis di dekat jalur tol, tempat kereta kencana Arjuna Wiwaha ditarik 15 ekor kuda putih. Batara Kresna memegang kendali kusir sementara Arjuna membidikkan panah kebijaksanaan. Tak jauh di pusat pemerintahan, kawasan Taman Maya Datar dijaga oleh Patung Maung Bodas, perlambang ketegasan, keberanian, dan pengayom tumpah darah.

Panduan Menjelajahi Jejak Monumen Ikonik Purwakarta:

  • Patung Menong: Dapat dijumpai di perempatan Jalan Veteran, area dekat Polres Purwakarta, Tugu Perbatasan Sadang, serta ruas jalan protokol kota.
  • Patung Gatotkaca: Terletak tepat di persimpangan depan Stasiun Kereta Api Purwakarta, pertemuan Jalan Kolonel Kornel Singawinata dan Jalan Siliwangi.
  • Patung Sri Baduga Maharaja: Berada di tengah telaga Situ Buleud (Taman Air Mancur Sri Baduga), Kecamatan Purwakarta.
  • Patung Kereta Kencana Arjuna Wiwaha: Berlokasi di Pertigaan BTN (pertemuan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Raya Ciganea), jalur utama gerbang Tol Jatiluhur.
  • Patung Maung Bodas: Berdiri di kawasan ruang terbuka Taman Maya Datar, tepat di depan kompleks Kantor Bupati Purwakarta.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
46 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...