29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menyingkap Wajah Berbeda Kawah Putih: Ketika Danau Surut dan Melahirkan Pesona Eksotis Baru

Fenomena kemarau panjang menyusutkan debit air hingga 40 persen dan menghadirkan bentang daratan kapur unik bagi wisatawan

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Jumat, 23 Oktober 2026 • 12:15 WIB•256x dibaca
Penampakan surutnya danau kawah dan daratan kapur merekah.
Penampakan surutnya danau kawah dan daratan kapur merekah.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, BANDUNG — Udara sejuk pegunungan menyapa lembut siapa saja yang melangkahkan kaki ke bibir kawah legendaris ini. Namun, ada pemandangan berbeda yang begitu memikat mata di Kawah Putih belakangan ini. Kilau air kehijauan yang biasanya membentang luas perlahan menepi ke bagian tengah, menyisakan hamparan bebatuan kapur putih dan bidang tanah merekah yang tampak begitu magis layaknya bentang alam di belahan bumi lain.

Penyusutan air danau kawah akibat terpaan kemarau panjang ini sempat menjadi sorotan hangat di jagat maya. Dari kejauhan, air danau hanya tergenang anggun di titik terdalam, sementara tepiannya menjelma menjadi daratan luas dengan tekstur alami yang sangat estetik untuk dijelajahi pandangan.

Pengelola objek wisata Kawah Putih, Budi Kawal, menuturkan bahwa perubahan bentang alam ini sejatinya merupakan siklus alami tahunan setiap kali musim kering melanda kawasan pegunungan tersebut.

"Untuk kemarau panjang ini, kondisi situasi kondisi Kawah Putih untuk sementara, dananya surut. Untuk surutnya diperkirakan 40 persen,"

Budi menerangkan bahwa pasokan utama air di kawah vulkanik tersebut sepenuhnya bergantung pada anugerah curahan air hujan dari langit.

Iklan

"Kebetulan Danau Kawah Putih itu sebenarnya bersumber pada hujan, jadi kalau musim hujan bisa naik kembali airnya gitu,"

Penurunan debit air ini diketahui telah bergulir secara perlahan sejak enam bulan terakhir. Kendati wajah danau mengalami metamorfosis rupa, daya magis Kawah Putih sama sekali tidak memudar bagi para pelancong. Daratan kapur kering yang tersingkap justru menjadi magnet baru untuk mengabadikan momen visual yang jarang ditemui.

"Untuk kunjungan sementara alhamdulillah enggak ada penurunan. Karena yang dulunya berfoto di tepian air, sekarang jadi ada daratan gitu kan. Jadi spot foto baru lah bagi pengunjung,"

Hingga kini, denyut pariwisata di kawah berkabut ini tetap hidup dan memikat ribuan pasang mata yang penasaran menikmati keelokan alaminya.

Catatan Kunjungan Wisatawan Kawah Putih:

  • Tingkat Kunjungan Hari Kerja: Stabil di kisaran 600 pelancong per hari.
  • Tingkat Kunjungan Akhir Pekan: Melonjak tinggi hingga berada di atas 1.500 pengunjung.
  • Daya Tarik Musiman: Hamparan daratan kapur baru di tepian danau yang menyusut 40 persen sebagai sudut fotografi unik.
  • Faktor Alami: Ketinggian air danau bersifat fluktuatif dan akan kembali terisi penuh seiring datangnya musim hujan.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
46 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...