29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

LPEI Siapkan Dana Rp13,85 Triliun dan Proteksi Risiko untuk Pacu Ekspor UMKM

Tiga pilar strategis pembiayaan, penjaminan, dan asuransi diperkuat demi melindungi pelaku usaha di pasar global.

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Minggu, 18 Oktober 2026 • 12:30 WIB•222x dibaca
Paparan penguatan ekosistem ekspor UMKM LPEI di ajang Trade Expo Indonesia 2026.
Paparan penguatan ekosistem ekspor UMKM LPEI di ajang Trade Expo Indonesia 2026.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mempertegas perannya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas penetrasi pasar internasional. Langkah akselerasi ini bertumpu pada penguatan tiga pilar utama mandat lembaga, yakni pembiayaan, penjaminan, serta perlindungan asuransi ekspor guna mengantisipasi volatilitas perdagangan global.

Dalam forum Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Department Head of NIA, Business Ecosystem & Partnership LPEI, Agnes Rahadian, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas eksportir baru terus dipacu lewat program Coaching Program for New Exporters yang membekali pelaku usaha dari aspek penentuan harga hingga kurasi pasar luar negeri.

"Banyak pelaku usaha yang sebenarnya sudah lama menjalankan bisnis di pasar domestik, tetapi baru mulai mempertimbangkan ekspor. Karena itu, LPEI memiliki Coaching Program for New Exporters untuk membantu mereka memahami berbagai aspek yang diperlukan sebelum memasuki pasar internasional," ujar Agnes dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Agnes menggarisbawahi bahwa portofolio dukungan LPEI terfokus penuh pada aktivitas berorientasi ekspor secara berkelanjutan.

Iklan

"Pembiayaan yang kami berikan berorientasi ekspor. Namun, bukan berarti kami tidak mendukung pelaku usaha sejak tahap awal. Kami siap mendukung transaksi yang memiliki orientasi ekspor," tegasnya.

Sebagai wujud nyata permodalan, LPEI mengoperasikan fasilitas Penugasan Khusus Ekspor (PKE) dengan alokasi mencapai Rp13,85 triliun yang terdistribusi ke dalam sembilan skema strategis, mulai dari PKE UKM hingga kawasan pasar nontradisional. Tak kalah krusial, LPEI menyediakan benteng proteksi melalui Trade Credit Insurance guna menanggung risiko gagal bayar pembeli di luar negeri.

"Kami yang akan bayar jika ada kegagalan buyer. Jadi, asuransi di kita bisa digunakan saat sudah deal dan barang sudah dikirim, tetapi eksportir khawatir apakah pembayaran akan dilakukan atau tidak. Asuransikan saja ke LPEI. Pada saat jatuh tempo pembayaran ternyata gagal, bisa beri tahu kami. Kami akan melakukan investigasi. Jika terbukti gagal bayar dengan alasan yang ditentukan, kami yang akan bayar," ujar Ilham Mustafa.

Manfaat perlindungan kargo turut diakui Ari Irawan, eksportir rempah-rempah yang rutin mengirim pasokan cengkeh dan lada ke India, Pakistan, hingga Mesir menggunakan Marine Cargo Insurance.

"Kami menggunakan fasilitas asuransi Marine Cargo mulai tahun ini sebagai upaya dari 'sedia payung sebelum hujan'," ungkap Ari.

Sinergi ekosistem perdagangan turut didukung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Direktur Fasilitas Kepabeanan, Susila Brata, menegaskan kolaborasi antar-instansi siap mengawal eksportir dalam menghadapi disrupsi rantai pasok.

"Kami juga mendukung insentif untuk beragam industri. Apalagi, kami memiliki atase keuangan di luar negeri yang berkoordinasi dengan atase perdagangan. Hal ini bisa menjadi akses bagi pelaku usaha untuk mendapatkan akses di negara tujuan," tutup Brata.
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
31 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...