29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Menyibak Misteri Monumen Bisu: Ekspedisi Menyusuri Patung Bersejarah Penuh Kisah di Sudut Bandung

Dari jejak badak purba, laskar srikandi, legenda pastor malam hari, hingga lokomotif uap langka

Neng Maya Lestari, S.Pd
Neng Maya Lestari, S.Pd
Wartawan Tasela•Senin, 19 Oktober 2026 • 11:55 WIB•372x dibaca
Monumen bersejarah di ruang publik Kota Bandung yang sarat kisah masa silam.
Monumen bersejarah di ruang publik Kota Bandung yang sarat kisah masa silam.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, BANDUNG — Di balik sejuknya udara Paris van Java dan deru mesin kendaraan di jalanan beraspal, tersimpan saksi bisu perjalanan zaman yang jarang disimak secara mendalam. Patung-patung perunggu, kuningan, hingga batu pahatan yang tegak di persimpangan jalan dan sudut taman kota bukanlah sekadar pemanis tata ruang. Setiap guratan artistiknya memendam narasi perjuangan, identitas budaya, serta kepingan memori masa silam yang mengagumkan.

Langkah penjelajahan bermula di persimpangan Jalan Lembong dan Tamblong, tempat berdirinya Monumen Sepak Bola karya pematung Nyoman Nuarta. Diabadikan dari tembaga dan kuningan sejak 8 Mei 1990 atas gagasan Wali Kota Bandung Ateng Wahyudi, patung ini menangkap denyut gairah masyarakat terhadap sepak bola secara universal. Bergerak ke Taman Dewi Sartika di pelataran Balai Kota, pilar monumen pahlawan pelopor pendidikan wanita berdiri megah di taman tertua yang telah ada sejak 1885 dengan nama Pieter Sijthoff Park. Tak jauh dari sana, Patung Badak Putih bersimpuh tenang menghadirkan kembali memori ekologis kota, merujuk catatan sejarah Haryoto Kunto tentang kawasan utara kampus ITB yang pada masa lampau sempat dirajai kawanan badak dan satwa liar.

Jejak heroisme revolusi kian mengental di kawasan Viaduct melalui Patung Pemuda Pelajar Pejuang 45 karya Sunaryo yang memegang senjata sekaligus buku, serta Monumen Laskar Wanita Indonesia (LASWI) di Babakan Ciamis. Monumen LASWI yang diresmikan Wali Kota Bandung R. Husein Wangsaatmadja pada 10 November 1981 mengenang keberanian wadah bentukan Ny. Sumarsih Yati Arudji Kartawinata pada 12 Oktober 1945.

Iklan

Nuansa misteri kolonial menyeruak di rimbunnya Taman Maluku melalui figur Pastor Henricus Christiaan Verbraak karya seniman G.J.W. Rueb yang tegak sejak 27 Januari 1922. Menariknya, pastor yang melayani di Padang dan Aceh ini tak pernah menetap di Bandung. Eksplorasi berlanjut ke Simpang Braga lewat Patung Maung Bandung inisiasi Wali Kota Ridwan Kamil pada akhir 2017 sebagai simbol ketangguhan budaya Sunda dan Prabu Siliwangi, monumen perintis TNI-AU Husein Sastranegara di Jalan Padjadjaran, monumen lokomotif uap langka asal Jerman buatan Hartmann berkode TC 10.08 di Stasiun Bandung bernama Purwa Aswa Purba, hingga replika dinosaurus berbobot 1.200 kilogram di Taman Lansia yang mewarnai dinamika ruang publik kota.

Informasi Penjelajahan Monumen Bersejarah Bandung:

  • Monumen Sepak Bola: Perempatan Jalan Lembong dan Jalan Tamblong, karya Nyoman Nuarta (1990).
  • Patung R.A. Dewi Sartika: Taman Dewi Sartika, sisi selatan Balai Kota Bandung (diresmikan 4 Desember 1996).
  • Patung Badak Putih: Halaman Balai Kota Bandung, refleksi ekologi sejarah Bandung tempo dulu.
  • Patung Tentara Pelajar: Kawasan Viaduct, 100 meter dari Kantor Pemkot Bandung, karya Sunaryo (1996).
  • Monumen LASWI: Jalan Perintis Kemerdekaan, Babakan Ciamis, Sumur Bandung (diresmikan 10 November 1981).
  • Patung Pastor Verbraak: Sisi utara Taman Maluku, Jalan Citarum, Bandung Wetan, karya G.J.W. Rueb (1922).
  • Patung Maung Bandung: Kawasan cagar budaya Simpang Braga (dibangun akhir 2017).
  • Patung Husein Sastranegara: Jalan Padjadjaran, gerbang utama Bandara Internasional Husein Sastranegara.
  • Monumen Purwa Aswa Purba: Pintu selatan Stasiun Bandung, menampilkan lokomotif uap Hartmann model TC 10.08 (1992).
  • Patung Dinosaurus T-Rex: Taman Lansia (eks Taman Cisangkuy), Jalan Cilaki, seberat 1.200 kg (dibuat 2016).
Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Neng Maya Lestari, S.Pd
Penulis Berita

Neng Maya Lestari, S.Pd

Wartawan / Reporter Lapangan
"Wartawan kabartasela.id yang mengeksplorasi keindahan destinasi wisata, tradisi masyarakat adat, dan kekayaan warisan budaya nusantara."
46 Artikel DiterbitkanBergabung Kamis, 20 Agustus 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...