29°C
Header Billboard Besar (970x250 / 1100x200)

Perkuat Target Swasembada Pangan 2026, Mentan Amran Resmi Didampingi Dua Wakil Menteri

Kolaborasi Unsur Militer dan Akademisi Siap Genjot Pompanisasi hingga Riset Komoditas Pertanian

Rahmat Hidayat, S.Sos
Rahmat Hidayat, S.Sos
Wartawan Tasela•Senin, 19 Oktober 2026 • 12:30 WIB•381x dibaca
Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.
Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.📷 Sumber Terkait
Single Article - Top Banner

KABARTASELA.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat struktur kepemimpinannya demi mempercepat tercapainya kedaulatan pangan nasional. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kini resmi didampingi oleh dua wakil menteri (wamen), yakni M. Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Amran menilai perpaduan latar belakang militer atau TNI dari Saleh Mustafa serta kepakaran akademisi dari Alim Setiawan menghadirkan komposisi kepemimpinan yang saling melengkapi. Mentan optimistis kehadiran dua wamen ini bakal merealisasikan target swasembada pangan nasional secara berkesinambungan.

"Insyaallah ke depan, Kementerian Pertanian mempunyai dua wakil menteri. Saya yakin hampir pasti swasembada beras, pangan, berkelanjutan tahun 2026, mudah-mudahan seterusnya,"

Terkait pembagian peran, Saleh Mustafa ditugaskan mengawal program eksekusi lapangan, khususnya perluasan pompanisasi serta program pencetakan sawah baru. Di sisi lain, Alim Setiawan diamanatkan memimpin peningkatan produktivitas melalui riset terapan, teknologi modern, dan kemitraan strategis dengan perguruan tinggi.

Iklan

"Beliau fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PMAS, kemudian bawang putih. Yang belum swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia,"

Menanggapi penugasannya, Alim Setiawan menegaskan fokus kerjanya pada penguatan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAS). Inovasi teknologi pertanian ini dinilai mampu mendongkrak produktivitas padi hingga melampaui 10 ton per hektare, sekaligus menekan impor pada komoditas bawang putih dan kedelai.

"Bagaimana saya memastikan tadi melalui pertanian modern, menjaga capaian swasembada pangan yang sudah kita capai. Yang kedua kedelai, yang ketiga bawang putih,"

Terkait posisinya sebagai Rektor IPB University, Alim mengungkapkan membutuhkan masa transisi maksimal satu bulan untuk merampungkan urusan administratif di kampus. Prosedur tersebut merujuk pada yurisprudensi pergantian kepemimpinan sebelumnya saat Arief Satria diangkat sebagai Kepala BRIN.

"Tapi kalau mengikuti yurisprudensi tahun lalu kurang lebih maksimal satu bulan transisi. Karena saya juga harus menyiapkan memorandum akhir jabatan, kemudian pergantian rektor antar waktu itu juga ada ketentuan yang harus diikuti melalui mekanisme di Senat, kemudian nanti DMWA, dan sebagainya butuh waktu,"

Selama masa transisi, Alim akan menuntaskan koordinasi bersama empat organ internal kampus, menyusun memorandum akhir jabatan, memproses mekanisme rektor antarwaktu, serta menandatangani ijazah untuk tiga jadwal wisuda mendatang.

Single Article - Bottom Banner
Suka artikel ini? Bagikan ke teman & keluarga:
Bagikan:
Rahmat Hidayat, S.Sos
Penulis Berita

Rahmat Hidayat, S.Sos

Wartawan / Reporter Lapangan
"Jurnalis ekonomi kabartasela.id yang menyajikan analisis keuangan, geliat UMKM, serta peluang investasi melalui informasi yang lugas dan terverifikasi."
31 Artikel DiterbitkanBergabung Selasa, 6 Oktober 2026

Berita Terkait Lainnya

Komentar Pembaca (0)

Tulis Tanggapan Anda

Sampaikan pendapat Anda dengan bahasa yang santun dan beretika.

Memuat komentar...